New York, MINA — Penjabat Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, Ramiz Alakbarov memperingatkan bahwa situasi di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki Zionis Israel berada dalam kondisi sangat rapuh.
Ia menegaskan bahwa kembalinya perang harus dicegah dengan segala cara. Melansir Middle East Monitor pada Kamis (15/10).
Ramiz Alakbarov, menyampaikan peringatan tersebut saat memberikan pengarahan mengenai Palestina kepada Dewan Keamanan PBB pada Kamis (15/10), bertepatan dengan peringatan peristiwa 7 Oktober.
Alakbarov mengatakan, rakyat Palestina dan Israel membutuhkan prospek politik yang jelas untuk mencapai perdamaian jangka panjang, bukan sekadar solusi sementara.
Baca Juga: Trump Sebut Paris Segera Jadi Kota Muslim, Desak Macron Tutup Perbatasan
“Palestina dan Israel berhak mendapatkan lebih dari sekadar solusi jangka pendek. Mereka berhak mendapatkan jalan yang kredibel menuju perdamaian dan akhirnya mengakhiri konflik ini,” ujarnya, Anadolu melaporkan.
Ia mendesak masyarakat internasional untuk beralih dari sekadar pernyataan menuju tindakan nyata guna menjamin masa depan yang aman dan bermartabat bagi masyarakat.
Menurutnya, sudah saatnya proses perdamaian yang sungguh-sungguh kembali dijalankan.
Mengenai Gaza, Alakbarov mengatakan bahwa satu tahun telah berlalu sejak gencatan senjata diberlakukan, tetapi situasi di wilayah tersebut masih sangat rapuh.
Baca Juga: Macron Kecam Kerusuhan Demo Biaya Hidup di Prancis, Hampir 2.400 Orang Ditangkap
Serangan militer Zionis Israel terus berlangsung dan telah menyebabkan sekitar 1.500 orang syahid, termasuk lebih dari 320 anak-anak.
Ia menggambarkan kondisi keluarga-keluarga di Gaza yang masih tinggal di tenda-tenda usang, lokasi pengungsian yang padat, dan bangunan yang rusak parah.
Sistem penyediaan air bersih dan sanitasi juga mengalami kehancuran.
“Sebagian besar Gaza masih hidup dalam kegelapan,” katanya.[]
Baca Juga: Wapres AS Akui Kesalahan dalam Perang Iran
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic