PCI Muslimat NU Sudan Adakan Seminar Nasional Kemuslimahan

Khartoum, 14 Muharram 1438/15 Oktober 2016 (MINA) – Dalam rangka menyongsong Hari Santri Nasional dan Kaderisasi anggota, Pengurus Cabang Istimewa Muslimat Nahdatul Ulama (PCI NU) untuk Sudan, mengadakan   seminar nasional kemuslimahan  bekerjasama dengan  Pengurus Cabang Istimewa Nahdatul Ulama (PCI NU) Sudan dan Forum Pasca Sarjana Sudan (Forpass).

“Pengaruh Ibu terhadap anak itu sangat besar di berbagai ospek, kemudian Islam juga memberikan keistimewaan tersendiri terhadap wanita,” kata Cut Dinawati, Bidang Pensosbud dan Protokol KBRI Khartom saat acara Seminar Nasional dengan tema “Menjadi Muslimah Yang Berakhlak dan Berpengaruh”, di Aula Agus Salim KBRI Khartoum, Sudan, Jum’at (14/10).

Sementara itu, Siti Masyruhah Imam yang juga merupakan  kandidat Doktorah  di salah satu universitas di Sudan, memaparkan bahwa Akhlakur Karimah atau tingkah laku  yang baik  terutama kaum  muslimah,  merupakan  hal yang sangat penting dalam membangun peradapan di berbagai aspek misalnya pendidikan,  terutama untuk membangun  keluarga    yang berkualitas dengan berstandarisasi berdasarkan dengan Al Qur’an dan Sunnah.

Selain menghadirkan dua pembicara utama, Cut Dinawati dan Siti Masyruhah Imam itu, tampil sebagai pembanding, Rais Abdullah yang saat ini sedang mengambil program doctor lagi,  kali ini   di bidang Ekonomi Islam di salah satu Universitas Negeri di Sudan setelah sebelumnya ia sudah menyelesaikan Program Doktoral di bidang Islam.

Dia merujuk pada Surat Al A’raf: 189-190, Kesamaan Nilai Amal antara Laki dan Wanita, merujuk pada Surat An Nahl: 97, dan Derajat Manusia ditentukan oleh Taqwa, bukan jenis kelaminnya, yang merujuk pada surat Al Hujurot: 13,” jelasnya.

Ia menambahkan, siapa sebenarnya Wanita Muslimah itu, dilihat dari berbagai hadist di antaranya dialah yang mengerjakan Rukun Islam yang lima tersebut, serta menjaga kehormatan.

Di akhir pembicaraannya, ia memberikan dua pandangan utama tentang Kemuslimatan diantaranya Harmonisasi Peran Muslimah di antara Sektor Domestik dan Publik.

“Dalam sejarah Islam dicatat bahwa Peran Wanita muslimah di zaman Rosulullah mampu menorehkan peranan penting dalam pembangunan peradapan diberbagai bidang di antaranya: Keilmuan, Kedokteran, Ekonomi, Da’wah, Sastra, dan Sosial. Oleh karena itu dari berbagai contoh diatas tidak menghilangkan kodrat mereka sebagai seorang wanita muslimah dan juga istri,” tutupnya.

Seminar dihadiri perwakilan berbagai organisasi Islam, organisasi Kemahasiswaan, masyarakat Indonesia dan lain-lain. Seminar ini didukung dan disponsori oleh perusahaan-perusahaan Indomie, Indohouse dan Indobatt.

(L/K06/ima-P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Koresponden Mina Sudan

Sidiq Mustakim/KO6