Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pejabat Israel Secara Terbuka Serukan Pendudukan Permanen Gaza

sri astuti Editor : Widi Kusnadi - Selasa, 13 Januari 2026 - 11:00 WIB

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:00 WIB

6 Views ㅤ

Salah satu kondisi di Kota Gaza. (foto : x)

Tel Aviv, MINA – Para pejabat senior Israel pada Senin (12/1) secara terbuka mendukung pendudukan permanen Jalur Gaza, menentang rencana AS yang secara eksplisit menolak kehadiran militer Israel atau aneksasi wilayah tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan saat konferensi yang diadakan di Knesset Israel dengan judul “Gaza – Hari Setelahnya,” lapor Channel 7.

Dikutip dari Anadolu, Menteri Kehakiman Yariv Levin mengatakan, Israel harus mempertahankan kendali atas Gaza sebagai bagian dari apa yang ia gambarkan sebagai klaim teritorialnya yang lebih luas.

“Kita perlu hadir di Gaza dan di seluruh Tanah Israel. Ini, pertama dan terutama, adalah negara kita,” kata Levin.

Baca Juga: Ben-Gvir Ikut Terlibat Pembongkaran Paksa Rumah Keluarga Palestina di Yerusalem Timur

Juga berbicara di konferensi tersebut, anggota parlemen sayap kanan Simcha Rothman mengatakan Israel harus mempertahankan otoritas penuh atas Gaza.

Channel 7 melaporkan bahwa diskusi pada acara tersebut berfokus pada proposal termasuk kontrol keamanan Israel yang berkelanjutan, pelucutan senjata Hamas, dan langkah-langkah yang bertujuan untuk mendorong pengusiran paksa warga Palestina dari wilayah tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan meskipun Israel secara resmi menyetujui rencana yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump, yang menyatakan bahwa Israel tidak akan menduduki atau mencaplok Gaza.

Trump meluncurkan proposal tersebut pada akhir September sebagai bagian dari inisiatif yang lebih luas untuk mengakhiri perang di Gaza. Rencana tersebut mencakup gencatan senjata, pembebasan tawanan Israel, pelucutan senjata Hamas, penarikan Israel dari wilayah tersebut, pembentukan pemerintahan teknokrat, dan pengerahan pasukan stabilisasi internasional.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Tentara Israel telah membunuh lebih dari 71.000 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan melukai lebih dari 171.000 lainnya dalam serangan brutal sejak Oktober 2023 yang membuat Jalur Gaza hancur.

Meskipun gencatan senjata dimulai pada 10 Oktober lalu, tentara Israel terus melanjutkan serangannya, menewaskan 442 warga Palestina dan melukai 1.236 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. []

 

 

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Mi’raj News Agency (MINA) 

Rekomendasi untuk Anda