Pemerintah dan DPR RI Bersinergi Tolak Aneksasi Israel

Jakarta, MINA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyambut baik Pernyataan Bersama anggota Parlemen dari seluruh dunia yang menolak aneksasi Israel atas tanah milik Palestina.

Pernyataan Bersama tersebut  diprakarsai oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dengan dukungan lebih dari 200 anggota parlemen dari 34 negara dan diluncurkan bertepatan dengan Hari Parlemen Dunia yang jatuh pada Selasa (30/6).

Prakarsa DPR RI tersebut merefleksikan kepemimpinan parlemen Indonesia dalam menggalang dukungan parlemen secara global bagi perjuangan Palestina.

“Dalam Pernyataan Bersama ini, para anggota parlemen dari berbagai belahan dunia mengutuk keras dan menolak rencana aneksasi Israel terhadap wilayah Palestina yang merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan tatanan global,” demikian disampaikan oleh Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Fadli Zon.

Pernyataan bersama para anggota parlemen di dunia juga memuat seruan bagi Israel untuk menghentikan semua tindakan ilegalnya, khususnya ditengah pandemi COVID-19.

Di samping itu, sebagai “pihak yang menduduki”, Israel bertanggungjawab untuk melindungi keselamatan dan keamanan rakyat Palestina.

Para anggota parlemen dari berbagai belahan dunia menggarisbawahi solidaritas dan komitmennya kepada rakyat Palestina, termasuk hak mereka untuk menentukan nasib sendiri.

Dalam pernyataan bersama tersebut, para anggota parlemen di dunia  menegaskan seruan kepada masyarakat internasional untuk tetap teguh dalam komitmennya  melindungi solusi dua negara dan keprihatinan terkait aneksasi yang terjadi saat pandemi COVID-19.

Sementara Pemerintah Indonesia melalui Kemlu RI telah menggalang berbagai dukungan internasional untuk menolak rencana aneksasi Israel tersebut.

“Sejauh ini, Pemerintah telah secara aktif menyuarakan desakan penghentian rencana aneksasi Israel melalui berbagai forum internasional,” demikian ditekankan oleh Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral, Kemlu RI Febrian Ruddyard. (R/RE1/P1)

Mi’raj News Agency MINA)