Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eropa Kecam Keras Serangan Israel terhadap Pasukan PBB di Lebanon

Hasanatun Aliyah Editor : Rudi Hendrik - Rabu, 1 April 2026 - 10:29 WIB

Rabu, 1 April 2026 - 10:29 WIB

22 Views

Pasukan Perdamaian PBB (UNIFIL)

Brussels, MINA – Sejumlah negara Eropa mengecam keras semua serangan terbaru terhadap Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) dan menyerukan kepada Israel agar tidak memperluas konflik, termasuk melalui operasi darat.

Dalam pernyataan bersama pada Selasa (31/3) yang ditandatangani oleh menteri luar negeri Belgia, Kroasia, Prancis, Yunani, Italia, Malta, Belanda, Portugal, Inggris, administrasi Siprus Yunani, serta kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa. Mereka menegaskan kembali bahwa integritas teritorial Lebanon harus dihormati.

Dalam pernyataannya, para menteri luar negeri juga mengutuk serangan Hizbullah yang mereka sebut sebagai dukungan terhadap Iran melawan Israel. Mereka mengatakan serangan-serangan ini harus segera dihentikan.

“Kami menyerukan kepada semua pihak untuk segera meredakan eskalasi dan kembali pada kesepakatan penghentian permusuhan serta Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 (2006),” bunyi pernyataan tersebut.

Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme

Pernyataan itu juga menyerukan perlindungan bagi penduduk sipil, personel kemanusiaan, pasukan penjaga perdamaian dan infrastruktur sipil, termasuk bandara, pelabuhan serta jembatan di seluruh wilayah Lebanon, sesuai dengan hukum humaniter internasional.

“Kami tegaskan kembali keprihatinan kami mengenai pengungsian paksa lebih dari 1 juta orang di Lebanon,” demikian pernyataan tersebut.

Mengenai UNIFIL, para menteri luar negeri menyatakan: “Kami dengan tegas mengutuk semua serangan terbaru terhadap kontingen UNIFIL, yang telah menyebabkan korban jiwa yang tidak dapat diterima di antara pasukan penjaga perdamaian dalam beberapa hari terakhir.”

Mereka juga menyerukan kepada Israel untuk menghindari perluasan konflik lebih lanjut, termasuk melalui operasi darat di wilayah Lebanon.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Sejak serangan lintas batas yang dilakukan Hizbullah pada 2 Maret lalu, Israel telah melancarkan serangan udara ke Lebanon dan memulai invasi darat di Lebanon selatan. Otoritas Lebanon melaporkan setidaknya 1.247 orang tewas dan 3.690 lainnya luka-luka akibat serangan Israel.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Rekomendasi untuk Anda