Pemerintah Harap Kerja Sama SMK Dengan Industri Ciptakan Trobosan Baru

(Foto: Kemendikbud)

Bandung, MINA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus mendorong kerja sama Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan dunia usaha dan dunia industri dapat menciptakan trobosan baru.

Menurut keterangan resmi Kemendikbud, di tahun kedua pelaksanaan revitalisasi SMK, pemerintah berharap agar daerah memperhatikan beragam potensi yang ada, tidak hanya yang berupa sumber daya alam saja, namun juga di masyarakat.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) Kemendikbud, Ari Santoso menekankan pentingnya daerah lebih cermat dalam mencari peluang tenaga kerja terampil, tidak hanya kebutuhan dalam negeri, namun juga penciptaan usaha rintisan yang dapat dilakukan lulusan SMK.

“Jawa Barat industri kreativitasnya naik, sehingga perlu dukungan dari jurusan SMK yang sesuai untuk memenuhi kerja sama dengan industri tersebut,” katanya dalam acara Dialog Pendidikan di SMKN 9 Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (1/3).

Ia berharap, pemerintah daerah dapat membuat pengembangan jurusan sesuai dengan pemetaan potensi wilayah dan rencana ketenagakerjaan, agar SMK terus membuat terobosan dalam pembelajaran berbasis link (jaringan) and match (sesuai potensi).

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, pengelolaan pendidikan menengah berada di bawah tanggung jawab pemerintah provinsi. Diperlukan sinergi antar pemangku kepentingan agar SMK dapat menghasilkan lulusan yang produktif, baik dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja kompeten, maupun dalam menciptakan lapangan usaha baru.

Senada dengan Ari Santoso, Sulistio Mukti Cahyono Kepala Seksi Penyelarasan Kejuruan Direktorat SMK Kemendikbud juga menekankan bahwa revitalisasi dan meningkatkan kualitas pendidikan SMK merupakan tugas bersama pemerintah pusat maupun daerah. Ia berharap dinas pendidikan provinsi ke depannya dapat melaksanakan pemenuhan sarana dan prasarana SMK dengan lebih baik.

“Tahun ini fokusnya pada peningkatan kualitas SMK. Kita akan dukung kegiatan yang inovatif, yang mendukung kerja sama antar sekolah dan juga industri,” ujarnya.

Kemendikbud telah memberikan beragam platform agar sekolah dapat lebih memiliki fleksibilitas dalam mengelola pembelajaran siswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan.

Menurutnya, pilihan ada di pihak sekolah untuk dapat mengelola metode pembelajaran seperti model kelas industri, teaching factory.

“Intinya komunikasi yang intensif dengan industri,” jelasnya. (R/R10/R01)

 

Mi’raj News Agency (MINA)