Jakarta, MINA – Pemerintah tengah menyusun strategi komprehensif untuk mengatasi lonjakan harga plastik yang berdampak signifikan terhadap keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama di sektor makanan dan minuman.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam keterangannya yang dikutip, Jumat (10/4) mengatakan, ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku plastik masih mencapai 55 persen, dengan sekitar 70 persen distribusi bahan baku nafta melewati Selat Hormuz yang terdampak konflik geopolitik.
Untuk jangka pendek, pemerintah membuka alternatif pasokan nafta dari Afrika, India, dan Amerika. Sementara jangka panjang, pemerintah mendorong transformasi menuju bahan baku alternatif ramah lingkungan berbasis sumber daya domestik seperti bambu, rumput laut, dan singkong untuk diolah menjadi bioplastik.
Pemerintah juga mengkaji kebijakan pendukung seperti subsidi bioplastik, penguatan rumah kemasan bersama, serta pelatihan dan pendampingan. Masyarakat diimbau berperan aktif mengurangi penggunaan plastik dan meningkatkan daur ulang.[]
Baca Juga: Menko Yusril: Kasus Penyadapan Presiden Belum Mengarah ke Makar
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic