Yerusalem, MINA – Penyerbuan pemukim ilegal Israel di Masjid Al-Aqsa kembali terjadi menjelang hari raya Yahudi Hanukkah. Ratusan pemukim ilegal Israel menyerbu kawasan Tembok Buraq, di sebelah barat Masjid Al-Aqsa, pada Ahad (14/12) malam di Yerusalem yang diduduki.
Sumber-sumber lokal di Yerusalem menyebutkan, penyerbuan pemukim ilegal Israel di Masjid Al-Aqsa tersebut berlangsung di bawah pengawalan ketat pasukan polisi penjajahan Israel. Melansir Palinfo.
Aksi provokatif ini melibatkan wali kota Yerusalem yang ditunjuk Zionis Israel, sejumlah rabi, serta tokoh-tokoh pemukim ilegal Israel.
Penyerbuan itu bertepatan dengan persiapan perayaan Hanukkah atau Festival Cahaya yang dimulai pada Senin (15/12) dan berlangsung selama delapan hari.
Baca Juga: Israel Culik 28 Warga Palestina di Tepi Barat, Termasuk Jurnalis Al Jazeera
Dalam rangkaian perayaan tersebut, pemukim ilegal Israel memproyeksikan slogan-slogan rasis dan bernuansa Yahudisasi ke dinding bersejarah Bab al-Khalil (Gerbang Jaffa).
Warga Palestina menilai penyerbuan pemukim ilegal Israel di Masjid Al-Aqsa dan pemroyeksian slogan tersebut sebagai upaya memaksakan simbolisme agama dan politik Yahudi di Yerusalem yang dijajah, serta menghapus identitas Arab dan Islam kota suci itu.
Selain itu, pemukim ilegal Israel juga mendirikan instalasi besar berupa Bintang Daud dan menorah di kawasan Bab al-Jadid, yang semakin memperkuat rangkaian provokasi di lokasi-lokasi sensitif. Tindakan ini kian menegaskan eskalasi penyerbuan pemukim ilegal Israel di Masjid Al-Aqsa.
Menurut sumber-sumber berbasis di Yerusalem, tujuan utama penyerbuan pemukim ilegal Israel di Masjid Al-Aqsa adalah menyalakan lilin pertama Hanukkah di sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa.
Baca Juga: Sedikitnya 234 Pemukim Israel Serbu Halaman Masjid Al-Aqsa
Warga Palestina memandangnya sebagai bagian dari upaya sistematis mengubah status quo historis dan keagamaan situs suci umat Islam tersebut.
Pada saat yang sama, organisasi pemukim ilegal Israel meningkatkan seruan penyerbuan massal ke Masjid Al-Aqsa selama Hanukkah.
Seruan ini mendorong penyerbuan pemukim ilegal Israel di Masjid Al-Aqsa secara harian selama delapan hari, dengan perlindungan penuh polisi penjajah Israel.
Dalam narasi Zionis, Hanukkah kerap dikaitkan dengan klaim “Kuil” Yahudi. Dalam konteks ini, penyerbuan pemukim ilegal Israel di Masjid Al-Aqsa dimanfaatkan untuk menonjolkan simbol-simbol keagamaan seperti menorah yang dinyalakan bertahap selama delapan hari.
Baca Juga: Empat Warga Palestina Syahid dalam Pelanggaran Terbaru Israel di Gaza
Para pejabat Palestina dan otoritas keagamaan berulang kali memperingatkan bahwa penyerbuan pemukim ilegal Israel di Masjid Al-Aqsa merupakan bagian dari kebijakan Yahudisasi Yerusalem.
Kebijakan ini berlangsung di tengah genosida terhadap rakyat Palestina di Gaza serta meningkatnya pelanggaran di Tepi Barat yang diduduki.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang
















Mina Indonesia
Mina Arabic