Pendaftaran Mahasiswa Universitas Islam Internasional Indonesia Dibuka 2018 Mendatang

Jakarta, 3 Dzulqa’dah 1437/6 Agustus 2016 (MINA) – Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama RI Amsal Bakhtiar mengatakan, pembukaan pendaftaran bagi mahasiswa Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) diperkirakan akan dibuka pada 2018 mendatang.

Amsal mengatakan hal tersebut seraya mengutip pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Dia menjelaskan, saat ini seluruh persiapan termasuk pembangunan tengah dikebut agar rampung pada akhir tahun 2017.

“Pak JK memperkirakan tahun 2018 (membuka pendaftaran). Kita perlu sarana prasarana, kemudian hal-hal yang terkait dengan akademik, kurikulum, dosen, dan sebagainya. Kalau ini sudah ada maka tahun 2017 itu promosi besar-besaran untuk ke luar negeri, nah diharapakan 2018 sudah kickoff,” ujar Amsal saat ditemui Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di bilangan Jakarta Pusat, Sabtu (6/8).

Ia menambahkan, nantinya para calon mahasiswa pascasarjana tersebut 75% berasal dari luar negeri dan pada tahun 2017 akan dilakukan promosi oleh Kedutaan Besar Indonesia yang ada di seluruh dunia untuk merekrut para calon mahasiswa.

“Yang paling penting promosi dan sosialisasi terutama ke luar negeri, melalui diplomasi di setiap Kedutaan Besar kita. Kita harapkan 70 sampai 75 persen mahasiwa dari luar negeri untuk menjadi duta Indonesia di negaranya masing-masing. seperti Amerika, Eropa, Australia, kita promosikan karena banyak mereka yang tidak paham dengan Islam (yang sebenarnya),” katanya.

Ketidakpahaman yang ia maksud adalah selama ini Islam selalu dikaitkan dengan kekerasan, pembunuhan, teroris, dan sebagainya seperti yang terjadi di negara lain. Maka dari itu perlu ada pemahaman lebih terkait Islam, seperti pengaruh Islam di Indonesia yang moderat, damai, dan penuh kesantunan.

“Harapan mereka nanti akan menjadi pemimpin juga di negaranya, menjadi orang hebat di negaranya, kalau sudah begitu pengaruh tadi akan tersosialisasi di negara mereka. Katakanlah Islam yang selama ini terimajinasi di suatu negara dengan kekerasan, pembunuhan, teroris, ternyata tidak terjadi di Indonesia. Itu yang kita inginkan, mereka-mereka yang punya konsen untuk mendalami Islam,” tambah Amsal.

UIII dibangun di atas lahan seluas 122 hektar yang berlokasi di Cimanggis, Depok, Jawa barat. Tidak hanya mempelajari soal peradaban Islam, mahasiswa juga akan mempelajari tafsir, ulumul quran, ulumul hadits, dan soal syariah, bagian yang tak terpisahkan dari Islam itu sendiri. Para dosen akan didatangkan dari luar negeri, dan diharapkan 50% para pengampu dari Indonesia sendiri. (L/M09/R05)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)