Penembakan Iowa AS: Satu Remaja Tewas, Dua Terluka

Polisi menyelidiki penembakan di luar East High School di Des Moines, Senin, 7 Maret 2022. (USA TODAY)

Des Moines, AS, MINA – Seorang remaja laki-laki tewas dan dua lainnya terluka parah setelah insiden penembakan di luar sebuah sekolah menengah di Des Moines, ibu kota Negara Bagian Iowa, AS.

Seorang anak laki-laki berusia 15 tahun meninggal karena luka-lukanya, menurut laporan yang dikutip polisi. Dua wanita muda, masing-masing berusia 16 dan 18 tahun, dirawat di rumah sakit setempat dalam kondisi kritis.

Menurut juru bicara kepolisian Des Moines, Paul Parizek, insiden itu terjadi di luar gedung East High School, tetapi di halaman sekolah, Press TV melaporkan.

Dia mengatakan, korban bukanlah siswa di sekolah itu, tetapi dua remaja yang terluka parah adalah siswa.

Para pejabat mengatakan, mereka yakin tembakan itu berasal dari kendaraan yang lewat dan selongsong peluru ditemukan dari tempat kejadian.

“Seluruh komunitas kami sedang berduka saat ini. Kami tidak memiliki nyawa anak muda yang tersisa di Des Moines,” kata Inspektur Des Moines, Thomas Ahart, pada Senin malam (7/3).

Kepala polisi Des Moines Dana Wingert menggambarkannya sebagai “hari yang gelap bagi kota Des Moines”.

“Tidak ada yang mengharapkannya,” kata siswa kelas dua East High Jadi Makwag.

Polisi mengatakan calon tersangka telah ditahan dan penyelidikan sedang dilakukan.

“Saksi sedang diwawancarai, bukti diperiksa, petunjuk investigasi diikuti, dan beberapa surat perintah penggeledahan sedang dieksekusi,” kata polisi dalam rilis berita.

Insiden Des Moines adalah penembakan ke-13 di kampus sekolah Amerika pada tahun 2022, menurut penghitungan CNN.

Kekerasan senjata di Amerika Serikat telah menjadi masalah sosial kronis yang tampaknya belum memiliki solusi.

Menurut data terbaru oleh Arsip Kekerasan Senjata (GVA), lebih dari 400 orang Amerika tewas dalam kekerasan senjata hanya dalam empat hari pertama tahun 2022.

GVA mengatakan, lebih dari 43.000 kematian akibat senjata dilaporkan tahun lalu di berbagai kota di Amerika Serikat, yang merupakan jumlah penembakan tertinggi dalam setidaknya dua dekade.

Anak-anak, remaja, dan remaja di bawah usia 18 tahun sebagian besar terlibat dalam insiden terkait kekerasan senjata di AS, menurut data GVA. (T/RI-1/RS2)

Mi’raj News Agency (MINA)