“Penolong Agama Allah” Tafsir Surah Ash-Shaff Ayat 14

Oleh: Imaammul Muslimin Yakhsyallah Mansur

Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :

ا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا أَنْصَارَ اللَّهِ كَمَا قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ لِلْحَوَارِيِّينَ مَنْ أَنْصَارِي إِلَى اللَّهِ ۖ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنْصَارُ اللَّهِ ۖ فَآمَنَتْ طَائِفَةٌ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَكَفَرَتْ طَائِفَةٌ ۖ فَأَيَّدْنَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَىٰ عَدُوِّهِمْ فَأَصْبَحُوا ظَاهِرِينَ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: “Kamilah penolong-penolong agama Allah”, lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.”

Ayat ini mempunyai hubungan erat dengan penjelasan Ayat sebelumnya, Oleh karenanya kita mencoba untuk mencari ayat yang ada kalimat Dhoir-nya, cara untuk memahami adalah agar selalu mengkaitkan ayat sebelumnya.

Bagaimana hubungannya, yang pertama orang beriman itu pasti menang, untuk memahaminya harus lebih detil perlu melihat konteksnya agar dapat menafsirkanya;.

Menurut Safiur Rahman Mubarakpuri, ayat ini diberi Judul; Orang-orang Islam itu penolong agama, bukan penolong Allah tetapi penolong Agama Allah, dalam setiap keadaan

Ada tiga kalimat yang Idem tersebut, menolong Allah tetapi berbeda sama-sama pemahamannya menolong Allah tetapi beda, begini ini kalau kita interaksinya dengan Qur’an, kalau kita belajar Qur’an semangat masih setengah-tengah ini perlu dihindari.

Maka dengan adanya one day one Juz kita sangat mendukung. Banyak di antara kita juga sangat antusias. Sehingga gerakan one day one Juz  ini memeiliki daya tariknya bagi yang bergabung di dalam komuitasnya,

Beda pengertian antara Ansorullah dan Ansari Illallah.

Pertama yang menyatakan Kiuniu ansorullah adalah Alllah, yang menyatakan Ansari Illallah  adalah Nabi Isa AS, Nahnu Ansorullah adalah Hawari yang dari Bani Israel. Hawari ini ada yang mengartikan dari kata Khiwar adalah orang yang akrab dengan Nabi Isa AS.

Kita memahami bahwa Ansorullah  dengan Ansari Illallah memang perlu perasaan  tetap tidak hanya melihat kalimatnya. Tapi kalau dilihat Nabi Isa diucapkan  dalam rangka  meminta,

Alllah mengucapkan dalam rangka menyuruh, kemudian Hawari mengucapkan dalam rangka menjawab.  Nah ini sangat berbeda. Namun jika dilihat, Nabi Isa menguucapkan dalam rangka menerima perintah Allah.

Kemudian Hawari dalam rangka menjawab, Allah menyatakan tidak mungkin akan menyamakan Ansorullah dan Ansari Illallah.

Jadi kita ini sering menyuruh Allah. Bbahasa kita tidak menyuruh, tetapi bahasa meminta. Dalam setiap doa kita bahkan sering menucapkan tersebut.

Jadilah kamu penolong Allah. Begitulah ketika Nabi Isa menyuruh beda kalimatnya Ansari Illallah “Bantulah saya menuju kepada Allah”.

Jadi mengapa Rasulullah di Baitullah Aqabah menyatakan Ansari Illallah, sekarang ini kita memahami yang tadi Kunuansorullah nanti Hawari jawabnya Nahnu Ansorullah. Bukan Nahnu Ansorullah.

Inilah keindahan Al-Qur’an. Jadi yang Ansari Illallah ini meminta harus diketahui betul oleh yang diminta, kamu menolong saya kepada Allah, tetapi Allah tidak perlu ditolong, tetapi menjelaskan jadilah penolong Allah.

Kamu menolong saya untuk menuju Allah, apa yang dilarang Allah, untuk menuju Allah maka saya perlu bantuan. Berarti Allah ingin mengangkat orang yang disuruh untuk menolong-Nya. Kitakan semua tahu Allah tidak perlu penolong, tapi Allah meninta kita jadilah engkau penolong Allah.

Jadi pada kalimat ini Allah mengatakan bahwa tolonglah saya, Hawari akan menolong Allah. (A/R4/RS2)

Mi’raj News Agency (MINA)