Washington, MINA – Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) mengungkapkan bahwa lebih dari 200 personel militer AS menjadi korban dalam perang melawan Iran baru-baru ini.
Pengakuan tersebut menunjukkan dampak yang lebih besar dibandingkan laporan sebelumnya dan menjadi indikator bahwa eskalasi konflik telah menimbulkan kerugian signifikan bagi militer Amerika. Xinhua melaporkan, Senin (27/7).
Juru Bicara Pentagon Sean Parnell menyatakan sebagian besar personel yang terluka mengalami cedera ringan dan telah kembali bertugas.
Namun, sejumlah tentara lainnya dilaporkan mengalami luka serius dan masih menjalani perawatan medis. Data korban terus diperbarui seiring berlangsungnya operasi militer di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Korban di pihak militer AS bertambah setelah Iran melancarkan serangkaian serangan rudal dan pesawat nirawak sebagai balasan atas operasi militer Washington terhadap sejumlah sasaran strategis di wilayah Iran.
Serangan tersebut menyasar beberapa pangkalan militer AS di kawasan Teluk, termasuk fasilitas yang digunakan sebagai pusat logistik dan operasi militer Amerika.
Konflik yang kembali memanas sejak awal tahun ini telah memperluas ketegangan di Timur Tengah. Selain menimbulkan korban jiwa dan luka-luka di kedua belah pihak, perang juga berdampak terhadap keamanan jalur pelayaran internasional, terutama di Selat Hormuz, yang menjadi salah satu rute utama distribusi minyak dunia.
Meningkatnya jumlah korban di pihak Amerika memperlihatkan bahwa sistem pertahanan Iran masih mampu memberikan tekanan terhadap kekuatan militer AS di kawasan.
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Di sisi lain, Washington menegaskan akan tetap mempertahankan kehadiran militernya di Timur Tengah guna melindungi kepentingan strategis serta sekutu-sekutunya di kawasan tersebut.
Eskalasi konflik AS-Iran terus menjadi perhatian masyarakat internasional karena dikhawatirkan memicu instabilitas regional yang lebih luas. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
















Mina Indonesia
Mina Arabic