Perang Islam Terhadap Perdukunan dan Peramalan

Oleh : (seorang Da’i dan Ulama’ yang sangat sering mengkaji dan mendalami Ilmu-Ilmu Al-Qur’an)

Banyak sekali riwayat hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang menegaskan ancaman dan hukuman bagi mereka yang mendatangi para dukun dan tukang ramal. Apalagi jika mempercayai ucapan dan ramalannya. Di antaranya adalah:

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ، لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِيْنَ لَيْلَةً

“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal maka tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh malam.” (HR. Muslim).

عَنْ أَبِي هُرَيْرَة ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَنْ أَتَى كَاهِنًا أَوْ عَرَّافًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ ، فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Diriwayatkan dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. beliau bersabda: “Barangsiapa mendatangi dukun atau tukang ramal lalu dia membenarkan apa-apa yang dikatakan maka sungguh dia telah kafir terhadap apa yang telah diturunkan kepada Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.” (HR. Ahmad dan Abu Daud).

Hal itu adalah karena inti dari akidah dan keimanan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Islam adalah tauhid yang berarti menjadikan Allah satu-satunya tempat beribadah dan memohon pertolongan. Sehingga tidak ada yang disembah dan dimintai pertolongan kecuali Dia Yang Maha Segala-galanya. Dan itu selalu diikrarkan oleh setiap muslim dalam munajatnya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala di setiap shalatnya.

Tauhid inilah yang membebaskan manusia dari segala bentuk penghambaan kepada selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tauhid membebaskan manusia dari penghambaan kepada sesama manusia, penghambaan kepada alam, penghambaan kepada benda, penghambaan kepada hawa nafsu dan penghambaan kepada diri manusia itu sendiri. Sehingga manusia dapat hidup menjadi penguasa di jagad raya ini hanya menyembah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Oleh karena, itulah Islam begitu keras menentang dan memerangi segala bentuk kesyirikan dan hal-hal yang merupakan hanya milik dan hak Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Seperti sihir dan mengaku mengetahui perkara-perkara ghaib.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala sudah menegaskan bahwa hanya Dia lah mengetahui segala yang ghaib, dan tidak ada selain Dia yang megetahuinya kecuali beberapa rasul yang diridhai-Nya. Islam sangat menentang dan memerangi dukun dan tukang ramal karena mereka menyaingi dan melawan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam wilayah prerogratif dan kekhususan-Nya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala menegaskan:

قُل لَّا يَعْلَمُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْ‌ضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّـهُ ۚ وَمَا يَشْعُرُ‌ونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ

Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan. (QS. Al-Naml [27]: 65).

قُل لَّا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلَا ضَرًّ‌ا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّـهُ ۚ وَلَوْ كُنتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْ‌تُ مِنَ الْخَيْرِ‌ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ ۚ إِنْ أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ‌ وَبَشِيرٌ‌ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Katakanlah: “Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman”. (QS. Al-A’raf [7]: 188).

إِنَّ اللَّـهَ لَا يَغْفِرُ‌ أَن يُشْرَ‌كَ بِهِ وَيَغْفِرُ‌ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ ۚ وَمَن يُشْرِ‌كْ بِاللَّـهِ فَقَدِ افْتَرَ‌ىٰ إِثْمًا عَظِيمًا

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.  (QS. Al-Nisa` [4]: 48).

Sungguhnya sangat disayangkan, melihat begitu tegas dan jelas ancaman Allah Subhanahu Wa Ta’ala bagi mereka yang mendatangi dan mempercayai ucapan para dukun dan tukang ramal, namun masih ada saja dari kalangan umat Islam yang melakukannya. Semoga kita diberi hidayah dan taufik oleh Subhanahu Wa Ta’ala. untuk dapat menjauhi segala bentuk kesyirikan yang merupakan dosa besar yang tidak diampuni dosanya oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. (R/R4/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)