Pertama Kalinya Petani Gaza Sukses Tanam Kohlrabi

Gaza, MINA – Petani Palestina, Tawfiq Qudaih [53], berhasil melakukan uji coba penanaman tanaman obat-obatan kohlrabi di area perkebunan Gaza, Palestina. Penanaman ini merupakan yang pertama kalinya di Gaza.

“Ini merupakan tanaman langka bagi warga Gaza. Dan ini adalah pertama kalinya meja mereka akan dihidangkan tanaman ini. Dan pada prinsipnya saya dapati setiap orang yang melihatnya merespon baik hal ini,” kata petani itu dalam wawancaranya dengan media Turki Anadolu, Kamis, [23/1] .

Keberhasilan Tawfiq menanam kohlrabi tergolong tidak mudah. Selain karena area pertanian miliknya yang cukup sempit tak lebih dari 150 meter persegi, juga karena gangguan dari Israel. Selama beberapa tahun tanah pertanian warga Palestina termasuk milik Qudaih rusak akibat dibuldozer oleh Israel. Bahkan Kementerian Pertanian Gaza baru-baru ini memperkirakan para petani Gaza merugi 1,25 juta dolarAS akibat racun pestisida yang disebar Israel di perkebunan mereka.

Qudaih memulai percobaan tersebut sejak dua bulan lalu dan tanda-tanda keberhasilannya mulai tampak sekitar dua minggu lalu. Kohrlabi miliknya berbuah putih dan berakar hijau panjang.

Keberhasilan Qudaih tak terlepas dari dukungan Fakultas Pertanian dan Lingkungan Universitas Al Azhar Gaza yang menyelenggarakan pelatihan bagi para petani Gaza tata cara pertanian yang aman. Qudaih menerima pelatihan tersebut dan mendapatkan bimbingan cukup serius.

Ia menceritakan pelatihan tersebut memberinya kemampuan luar biasa menangani tanaman dan mengatur waktu menyediakan nutrisi, irigasi dengan air, dan juga berkontribusi untuk meningkatkan kesadaran tentang jenis tanaman baru.

Sebagian besar tanaman yang berada di lahan pertaniannya tergolong tanaman langka. Menurutnya ia sengaja menanam tanaman obat-obatan langka untuk kebutuhan pengobatan dan kesehatan warga Gaza.

Dilansir dari laman Health Diaries terdapat sedikitnya tujuh manfaat Kohlrabi diantaranya mencegah kanker, menguatkan sistem imun dan untuk kesehatan jantung.[T/RA 02/P1]

Mi’raj News Agency (MINA)