Pimpinan Universitas Al-Azhar Mesir Kunjungi PBNU

Jakarta, MINA – Dua tokoh dari Universitas Al-Azhar Mesir mengunjungi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (21/12) sore.

Rombongan terdiri dari Prof Dr Ibrahim Hudhud (mantan Rektor Al-Azhar) dan Wakil Rektor Al-Azhar Prof Dr Aayrof Atiyah.

“Kami ucapkan selamat datang Prof Dr Ibrahim Hudhud dan Prof Dr Aayrof Atiyah. Al-Azhar adalah gudang ulama. Kiblat ilmu Islam. Kami optimis Islam dihormati, dihargai, dan semakin jaya dengan keberadaan Al-Azhar,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat menyambut rombongan kunjungan itu.

Keduanya terlibat percakapan seputar dunia Islam di Indonesia dan di Timur Tengah. Mereka prihatin atas kekerasan dan gerakan intoleran yang terjadi di tengah umat Islam.

Ibrahim Hudhud mengatakan, Islam membawa perdamaian dan persatuan di tengah perbedaan. Islam tidak mengajarkan saling mencaci maki karena perbedaan, termasuk perbedaan agama.

“Islam agama islah, memakmurkan, bukan meruntuhkan, tidak menumpahkan darah, dan menebang pohon. Islam tidak meruntuhkan gereja-geraja. Ketika Amr bin Ash menjadi Gubernur Mesir di zaman Khalifah Umar RA tidak ada gereja yang diruntuhkan,” kata Ibrahim Hudhud.

Di sela kunjungan itu, Ketua PP LAZISNU Ajat Sudrajat juga menyampaikan, hubungan NU dan Al-Azhar sangat baik. Bahkan kini NU telah mengirimkan 30 pelajar untuk dididik di Al-Azhar.

“Dai sebanyak 50 orang akan berangkat Januari 2019 untuk kursus dua bulan di Al-Azhar sebagai tindak lanjut kunjungan Syekh Al-Azhar beberapa waktu lau di PBNU,” kata Ajat.

Pertemuan itu dihadiri pula oleh Katib Aam PBNU KH Yahya C Staquf, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, Ketua PBNU KH Abdul Mannan Ghani, Ketua PBNU Hanif Saha Ghafur, Wasekjen PBNU Imam Pituduh, Ketua PP LAZISNU Ajat Sudrajat, dan Wasekjen PP ISNU M Sofwan Erce. (R/Ais/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)