Jambi, MINA – Pondok Pesantren Hafidz Al-Fatah, Sarolangun, Jambi, Sabtu (16/5) menggelar Wisuda Tahfidzul Qur’an 30 Juz dan Wisuda Kelulusan Kelas IX dan XII angkatan ke-21 tahun 2026. Wisuda dengan tema “Mengukuhkan Generasi Qur’ani Membangun Peradaban Islami,” berlangsung di lapangan pesantren.
Ketua Yayasan Ponpes Hafidz Al-Fatah, Dr Ahyaudin, mengatakan kegiatan wisuda tersebut menjadi momentum penting dalam membangun peradaban Islam melalui pendidikan Al-Qur’an.
“Alhamdulillah, pada tahun ini Pondok Pesantren Hafidz Al-Fatah melaksanakan Wisuda Tahfidzul Qur’an 30 Juz bagi delapan santri, serta Wisuda Kelulusan Kelas IX dan XII angkatan ke-21 tahun 2026 dengan total keseluruhan wisudawan sebanyak 47 orang,” ujar Ahyaudin kepada MINA.
Ia menjelaskan, wisuda tersebut bertujuan untuk mengapresiasi dan memotivasi para penghafal Al-Qur’an atas prestasi mereka dalam menyelesaikan hafalan 30 juz.
Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
Menurutnya, pesantren tidak hanya menekankan hafalan Al-Qur’an, tetapi juga membina santri agar memiliki wawasan ilmu pengetahuan yang luas dan akhlak sesuai dengan nilai-nilai Al-Qur’an.
“Proses pembinaan santri dilakukan melalui kombinasi metode bimbingan pembelajaran dengan target hafalan pada setiap jenjang pendidikan, disertai pembinaan akhlak, amal saleh, dan ibadah sehari-hari,” katanya.
Ahyaudin berharap para wisudawan dapat terus menjaga hafalan Al-Qur’an serta mengembangkan ilmunya di tengah masyarakat.
“Harapan kami, para wisudawan senantiasa memelihara, mengamalkan, dan mengajarkan Al-Qur’an, serta mengembangkan ilmu Al-Qur’an dari berbagai aspek keilmuan lainnya,” ujarnya.
Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak pernah meninggalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, pendidikan tahfiz dan pesantren memiliki peran penting dalam membentuk generasi Qur’ani yang mampu menjaga, mengamalkan, dan mengajarkan Al-Qur’an, sekaligus memiliki akhlak mulia dan wawasan ilmu pengetahuan yang luas.
Selain itu, Ahyaudin mengajak para orang tua agar benar-benar selektif dalam memilih pendidikan terbaik bagi anak, khususnya pendidikan pesantren. Menurutnya, pesantren tidak hanya membina kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter, akhlak, ibadah, dan kedisiplinan anak sejak dini.
“Sesungguhnya Al-Qur’an itu dititipkan Allah kepada hamba-hamba pilihan-Nya,” tuturnya.
Baca Juga: Pimpinan Hidayatullah: Sampai Kapan Bela Palestina? Sampai Palestina Merdeka!
Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Jambi Al Haris, Bupati Sarolangun Hurmin, anggota DPR RI Hasan Basri Agus, Ketua Baznas Sarolangun Ahmad Zaidan, unsur pemerintahan Kecamatan Bathin VIII, Pembina Yayasan Hafidz Al-Fatah KH Saleh Hafiz dan Mudir Ponpes Hafidz Al-Fatah Ma’mun Saleh, Waliyul Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Jambi Ustaz Mahpudz Nuzuli yang juga Mudir Tahfiz Qur’an Muaro Jambi, wali santri, serta ratusan santri Ponpes Hafidz Al-Fatah. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Wakil Ketua MUI Serukan “Bocelli No, Palestina Yes!” dan Bacakan Fatwa Dukungan Palestina
















Mina Indonesia
Mina Arabic