Praktisi Pendidikan Harap Study Tour Sekolah Tidak Dilarang

Praktis Pendidikan Adonan Fairuz sedang diwawancara di kediaman Cileungsi Bogor Jawa Barat pada Sabtu 18 Meit 2024 (Foto: FCB)

Bogor, MINA – Praktisi Pendidikan, Adnan Fairuz berharap, kegiatan study tour yang dilakukan sekolah-sekolah ketika akhir tahun pelajaran tidak dilarang, menyusul kecelakaan bus yang membawa siswa-siswi SMK Lingga Kencana.

Menurutnya, study tour tidak ubahnya kegiatan wisata lain seperti travel ibadah umrah, family gathering yang dilakukan perusahaan atau arisan, dan lain sebagainya.

“Bila ada kecelakaan akibat kendaraan yang mereka tumpangi tidak layak standar, bukan wisatanya yang dilarang, namun sanksi keras kepada penyedia transportasi yang teledor,” kata Fairuz kepada MINA di Bogor, Sabtu (18/5).

Dia mengimbuhkan, bagi sekolah jadi bahan evaluasi selama ini wisata erat dengan area pegunungan, pantai dan hiburan lainnya.

“Era industri dan informasi yang maju seperti sekarang, perlu dilakukan wisata yang sarat pelajaran dan tak berjejal antri,” jelasnya.

Baca Juga:  Menhan Prabowo Kunjungi MBS Bahas Isu Global dan Palestina

Dia menyatakan, kegiatan study tour juga sebaiknya dilakukan ke pengusaha pertanian, peternakan, perikanan, pengolahan lahan hutan, UMKM atau desa-desa wisata yang menawarkan pesona kemandirian, seperti kampung Bahasa Inggris di Pare dan kampung Youtuber di Bondowoso.

“Wisata tak sekedar jalan-jalan, tapi juga sarat inspirasi. Biaya yang dikeluarkan lebih ekonomis dan lebih membangun,” ujarnya.

Terkait kejadian kecelakaan, Fairuz menilai, hal tersebut merupakan kelalaian pihak penyedia transportasi yang setelah ditelusuri ternyata kendaraan bus tidak layak jalan.

“Ini menjadi perhatian bagi pemerintah agar memberikan aturan dan sanksi tegas kepada vendor kendaraan wisata yang tak layak peroperasi,” kata Fairuz.

Fairuz juga menyampaikan duka cita atas kecelakaan menimpa siswa SMK Lingga Kencanan yang mengikut study tour. Dia berharap, Allah SWT mengampuni dosa dan merahmati korban yang meninggal.

Baca Juga:  Jokowi: Pemerintah Serius Berantas Judi Online

“Kami meminta pihak Kepolisian untuk menghukum keras mereka yang bermain main dengan standardisasi kendaraan, karena ini mengakibatkan kecelakaan menghilangkan nyawa orang dan luka luka,” tambahnya.

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: kurnia

Editor: Rendi Setiawan