Presiden Zimbabwe Tidak Nyatakan Mundur dari Jabatannya

Presiden Zimbabwe Robert Mugabe dan Ibu Negara Grace Mugabe. (Foto: dok. The Australian)

Harare, MINA – Presiden Zimbabwe Robert Mugabe tidak mengumumkan pengunduran dirinya saat muncul berpidato pidato di televisi, Ahad (19/11), di saat banyak pihak yang menyerunya untuk mundur, termasuk partainya sendiri.

Sebelumnya, partai ZANU-PF yang berkuasa telah mengusir Mugabe sebagai pemimpinnya dan memberinya batas waktu hingga Senin siang untuk mundur sebagai presiden, atau menghadapi pemakzulan.

Ultimatum yang diberikan kepada pemimpin berusia 93 tahun yang telah berkuasa selama 37 tahun itu, muncul lima hari setelah militer merebut kekuasaan dan menempatkan Mugabe di bawah tahanan rumah. Demikian Al Jazeera memberitakannya yang dikutip MINA.

Bahkan pada Sabtu, ribuan orang turun ke jalan untuk memberikan dukungan atas tindakan militer tersebut dan meminta pemecatan presiden.

Namun, dalam pidato nasionalnya, setelah bertemu dengan komandan militer, pemimpin veteran tersebut mengakui kritik tapi tidak mengacu pada seruan agar dia mengundurkan diri.

Meski dipecat sebagai pemimpin ZANU-PF, Mugabe berjanji akan memimpin konferensi partai kunci itu bulan depan.

“Kongres partai akan berakhir dalam beberapa pekan dan saya akan memimpin prosesnya,” kata Mugabe.

Anggota partai juga mengusir istri Mugabe, Grace, dari jajarannya. Partai telah memilih Wakil Presiden Emmerson Mnangagwa yang dipecat Mugabe pada 6 November lalu, sebagai pemimpin partai baru. (T/RI-1/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)