Presidium AWG Kukuhkan M. Waliyulloh jadi Ketua Biro Lampung

Al-Muhajirun, Lampung Selatan, MINA – Presidium Aqsa Working Group (AWG) mengukuhkan M. Waliyulloh sebagai Ketua AWG Biro Lampung periode 1442-1446 H. Pengukuhan diadakan di Aula At-Taqwa, Komplek Ponpes Shuffah Hizbulllah dan Madrasah Al-Fatah, Al-Muhajirun, Negararatu, Natar, Lampung Selatan, Ahad, (18/4).

Ketua Presidium AWG, Anshorullah dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih sebanyak-banyaknya dan penghormatan setinggi-tingginya kepada Ketua AWG Biro Lampung periode sebelumnya yang telah membawa AWG sebagai lembaga yang dikenal masyarakat khususnya di Lampung, dan telah memberdayakan syubban dan fatayat dalam perjuangannya.

“Apa yang sudah dilakukan pengurus sebelumnya merupakan capaian yang sangat baik, ini jadi contoh bagi biro lain, AWG Lampung bisa bersinergi dengan seluruh stakeholder yang ada,” katanya.

Sementara Ketua AWG sebelumnya, Rustam Effendi yang saat ini diamanahkan sebagai Presidium AWG pusat dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada seluruh pengurus yang selama ini telah beramal shaleh memperjuangkan pembebasan Masjid Al-Aqsa.

“Meski apa yang kita kerjakan belum maksimal, tapi semoga ini Allah catat sebagai pahala disisiNya dalam memperjuangkan pembebasan Masjid Al-Aqsha,” katanya.

Ketua AWG baru, M. Waliyulloh dalam sambutannya pada kesempatan yang sama menekankan amanah baru ini menjadi momentum untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah.

“Ini cemeti bagi kami, ketika diamanahkan menjadi pengurus AWG bukan hanya menguatkan urat leher untuk berteriak Al-Aqsha Haqquna, tapi agar lebih memperbaiki diri supaya lebih dekat kepada Allah, memantapkan akidah tauhid keimanan kepada Allah, terus memperbaiki kualitas hamba kepada Sang Khalik.

Karena menurutnya, sekuat apapun diri, secanggih apapun senjata, sebrilian apapun strategi kalau bukan karena mengharap pertolongan Allah, karena kualitas ibadah yang kosong pasti Allah berlepas diri dan usaha yang ditempuh akan sia-sia.

Pembina AWG Biro Lampung, Waliyul Imaam Abdullah Mutholib, sebelum secara resmi mengukuhkan kepengurusan yang baru memberikan nasihat kepada pengurus yang telah berkomitmen membebaskan Masjid Al-Aqsha untuk melaksanakan QS. Al-Hajj: 40-41.

“Orang yang jika diberi amanah dia menegakkan sholat, menunaikan zakat, melakukan amar makruf dan mencegah yang mungkar. Empat syarat ini jadi perhatian serius ketika kita berikrar ingin membebaskan Masjid Al-Aqsha,” katanya.

Lebih lanjut Abdullah menekankan, shalat berjamaah bukan sekadar berjamaah tapi juga menunaikan shalat nafilah yang disunnahkan Rasulullah.

“Setelah itu menunaikan zakat yang di dalamnya termasuk infaq sadaqah. Kemudian amal makruf dengan menyampaikan, dan menampakkan kebaikan-kebaikan. Adapun nahi munkar, semangat ruh dalam beramar makruf nahi munkar kita perlu tingkatkan,” ujarnya.

Abdullah berharap semoga AWG bisa bersinergi dengan seluruh stakeholder, saling mendukung, sehingga AWG bisa menjadi lebih baik lagi.

Pengukuhan dihadiri Ketua Presidium AWG, M. Anshorullah, bersama anggota presidium, Nur Ikhwan Abadi dan Rustam Effendi. Selain itu Hadir juga pembina AWG Biro Lampung, Abdullah Mutholib, Hadi Sumarsono, Sulaiman Abdullah, Muflihudin, Lc, dan Amir Markaz II, Budiarso, juga tokoh agama, tokoh Muslimat dan tokoh pemuda Lampung.

Pada pengukuhan tersebut, Wahyu Adi Saputra tetap sebagai sekretaris, sementara Ahmad Dzohir tetap sebagai bendahara AWG Biro Lampung. (L/B03/P2).

Mi’raj News Agency (MINA).