Jakarta, MINA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperkuat sinergi pengelolaan zakat dan program pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).
Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menyebut sinergi ini difokuskan pada penguatan peran BAZNAS dalam menghimpun hingga menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang secara khusus ditujukan bagi kesejahteraan para pekerja migran.
“Secara umum ada dua hal besar, satu adalah kerja sama dan dukungan bagi kami dalam melaksanakan tugas mobilisasi, mengelola, dan mendayagunakan zakat, infak, sedekah dengan subjek khusus yakni para pekerja migran ini,” jelas Sodik Mudjahid dalam keterangannya yang dikutip, Rabu (29/7).
Menurutnya, melalui sinergi ini, BAZNAS juga menyiapkan dukungan dana tambahan bagi calon Pekerja Migran Indonesia yang sedang menjalani pelatihan persiapan sebelum diberangkatkan ke negara tujuan.
Baca Juga: Menko Yusril: Kasus Penyadapan Presiden Belum Mengarah ke Makar
Sodik menjelaskan, program bantuan berupa beasiswa pendidikan dan pelatihan kewirausahaan turut dialokasikan bagi keluarga PMI yang ditinggalkan di dalam negeri.
Sementara itu, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) Mukhtarudin berkomitmen untuk memperkuat sinergi bersama BAZNAS guna membangun ekosistem perlindungan dan pemberdayaan yang komprehensif bagi Pekerja Migran Indonesia beserta keluarganya.
Melalui kerja sama ini, kata Mukhtarudin, kedua pihak berupaya mengoptimalkan bantuan darurat, skema pembiayaan penempatan, hingga pelatihan wirausaha bagi purna-PMI guna mendorong transformasi ekonomi mereka.
“Ke depan kita mau kembangkan lagi bagaimana kita menggali potensi dari pekerja migran Indonesia yang hari ini masih sebagai mustahik agar ke depan dapat kita dorong menjadi seorang muzakki,” pungkasnya.[]
Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic