Tel Aviv, MINA – Protes di Tel Aviv dan Yerusalem menuntut penyelidikan resmi atas kegagalan pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan keamanan seputar serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, serta perkembangan selanjutnya.
Seperti dikutip dari Anadolu Agency, Ahad (3/5), sekitar 2.000 demonstran berkumpul di Habima Square, Tel Aviv, sementara 250 lainnya menggelar unjuk rasa di Yerusalem.
Aksi protes tersebut diinisiasi oleh kelompok masyarakat sipil dan keluarga korban, yang menuntut akuntabilitas atas keputusan politik serta militer yang menyebabkan kegagalan sejak Oktober 2023, ketika kurang dari 1.200 warga Israel tewas dan 250 lainnya disandera di Jalur Gaza.
Di Yerusalem, polisi membubarkan secara paksa sejumlah demonstran setelah menolak mematuhi perintah evakuasi, demikian dilaporkan surat kabar Haaretz.
Baca Juga: Eisenkot Tolak Gabung Pemerintahan Netanyahu
Para peserta mendesak pembentukan komisi negara independen untuk mengkaji kekurangan dan menahan mereka yang bertanggung jawab.
Pejabat politik, keamanan, dan militer Israel telah menggambarkan penanganan serangan 7 Oktober sebagai sebuah kegagalan, dengan beberapa di antaranya mengundurkan diri dan mengakui sebagian tanggung jawab. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Israel Lanjutkan Penangkapan Warga Gaza Saat Kembali dari Pengobatan Luar Negeri
















Mina Indonesia
Mina Arabic