Jakarta, MINA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Puan Maharani menyinggung peran strategis posisi Indonesia di Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) dalam pidatonya saat Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/2).
Pernyataan itu mencerminkan upaya DPR dalam menyoroti peran diplomasi Indonesia di tengah dinamika global yang kian kompleks.
Dalam pidato tersebut, Puan menekankan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace harus berdiri kuat di atas prinsip politik luar negeri yang bebas dan aktif, sesuai semangat pembukaan UUD 1945 dan amanat konstitusi negara.
Puan mengatakan bahwa posisi Indonesia dalam forum internasional bukan sekadar simbolis, tetapi harus memberi kontribusi nyata terhadap penyelesaian krisis kemanusiaan, termasuk di Gaza.
Baca Juga: Menko Yusril: Kasus Penyadapan Presiden Belum Mengarah ke Makar
Puan juga menggarisbawahi bahwa keterlibatan Indonesia di BoP selaras dengan kiprah negara dalam merintis diplomasi damai dan mendukung stabilisasi pasca konflik.
Menurutnya, peran tersebut penting untuk mendorong penghormatan terhadap hukum internasional, serta menjunjung tinggi prinsip kesetaraan kedaulatan negara di forum global.
Pidato Ketua DPR itu disampaikan di tengah berbagai isu strategis yang tengah menjadi bahasan DPR RI, termasuk penguatan hubungan diplomatik dengan parlemen negara sahabat serta peran parlemen dalam menyikapi tantangan global.
Puan menilai bahwa keterlibatan Indonesia dalam mekanisme diplomasi internasional bisa memperkuat posisi bangsa di kancah dunia.
Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo
Selain itu, Puan menyampaikan bahwa DPR telah aktif dalam diplomasi parlemen melalui pertemuan bilateral dengan delegasi negara lain, seperti Korea Selatan, Jepang, Sudan, dan Amerika Serikat, sebagai bagian dari strategi membangun kepercayaan antarbangsa.
Peran ini, menurutnya, menjadi bagian dari kontribusi Indonesia terhadap tata dunia yang lebih adil, damai, dan sejahtera.
Pernyataan Puan ini sekaligus menjadi pesan penting kepada pemerintah agar memaksimalkan posisi strategis Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM PBB dan anggota Board of Peace, demi mendorong penyelesaian konflik kemanusiaan serta memperkuat prinsip politik bebas dan aktif Indonesia di dunia internasional. []
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic