Puluhan Anggota Parlemen AS Desak Biden Ubah Kebijakan Pro-Israel

Washington, MINA – Sebanyak 73 anggota Kongres Amerika Serikat (AS) yang tergabung dalam Partai Demokrat mengirim surat kepada Presiden Joe Biden agar membalikkan atau mengubah kebijakan pro-Israel mantan Presiden Donal Trump.

Surat itu mendesak Biden mengambil sejumlah langkah untuk membalikkan dengan yang mereka sebut “pengabaian pemerintahan Trump terhadap kebijakan partisan AS” yang sudah berlangsung lama pada hubungan Israel-Palestina.

“Harus diperjelas bahwa Amerika Serikat menganggap penyelesaian tidak konsisten dengan hukum internasional, dengan menerbitkan kembali pedoman Departemen Luar Negeri dan Bea Cukai AS yang relevan untuk itu,” kata surat itu seperti dikutip dari Quds Press, Sabtu (26/6).

Pemerintahan Trump meninggalkan sejumlah kebijakan  seperti rencana untuk Timur Tengah (kesepakatan abad ini), menyetujui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan Suriah yang diduduki dan memindahkan kedutaan AS ke Yerusalem.

Baca Juga:  Berfikir Positif

Surat itu meminta Biden untuk mempertimbangkan dengan menyebut permukiman Israel ilegal dan Tepi Barat diduduki, dua hal yang pemerintahan Trump tidak dilakukan.

Surat itu juga menuntut agar status Tepi Barat dan Jalur Gaza ditunjukkan dalam dokumen serta komunikasi resmi AS yang relevan.

Surat itu ditandatangani oleh tujuh ketua komite, termasuk Perwakilan Rosa DeLauro, D, yang memimpin komite alokasi yang kuat dan John Yarmouth, D-Kentucky, yang mengepalai komite anggaran, serta asisten pembicara DPR dan Perwakilan Catherine Clark dari Massachusetts.

Selain itu, mereka mendesak agar Biden menekan Israel untuk menghentikan rencana penggusuran keluarga Palestina di Yerusalem Timur yang telah memicu konflik kekerasan bulan lalu antara Israel dan Gaza.

Baca Juga:  Takhbib, Pengertian dan Hukumnya Menurut Islam

Surat itu mencerminkan seruan yang berkembang di kalangan Demokrat untuk mengambil sikap yang lebih keras terhadap Israel. (T/RE1/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: sajadi

Editor: Ismet Rauf