Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ratusan Sekolah di Aceh Utara Belum Diperbaiki Lima Bulan Pascabanjir

Ansaf Muarif Gunawan Editor : Widi Kusnadi - 19 detik yang lalu

19 detik yang lalu

0 Views

Banjir di Aceh menyebabkan sejumlah sekolah rusak parah dan aktivitas belajar mengajar terhenti sementara. (Foto: disdik.aceh)

Aceh Utara, MINA – Ratusan sekolah di Kabupaten Aceh Utara hingga kini belum diperbaiki meski lima bulan telah berlalu sejak banjir melanda wilayah tersebut pada November 2025.

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Utara Jamaluddin mengatakan, saat ini pihak sekolah masih menyusun rincian anggaran biaya (RAB) untuk diajukan ke pemerintah pusat.

“Sekarang dalam masa penyusunan RAB di seluruh sekolah rusak. Kerusakan disusun secara rinci lengkap dengan perkiraan biaya yang dibutuhkan, setelah itu diusulkan ke kementerian,” kata Jamaluddin, Kamis (16/4).

Ia berharap proses tersebut segera rampung agar perbaikan sekolah dapat segera dilakukan, mengingat kerusakan meliputi bangunan hingga sarana belajar seperti meja dan kursi.

Baca Juga: Pemprov Jambi Siapkan Langkah Antisipasi Karhutla

Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di sejumlah sekolah masih berlangsung dalam kondisi terbatas. Banyak siswa terpaksa belajar di lantai tanpa fasilitas meja dan kursi.

Data mencatat sebanyak 669 sekolah terdampak banjir, dengan 74.382 murid dan 9.071 guru turut terdampak. Selain itu, sekitar 65.000 unit meja dan kursi dilaporkan mengalami kerusakan.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara Irhamni menyebut kebutuhan seragam dan perlengkapan sekolah bagi siswa masih sangat kurang.

“Bantuan perlengkapan sekolah direncanakan akan disalurkan kembali pada tahun ajaran baru, karena saat ini sudah mendekati akhir tahun ajaran,” ujarnya.

Baca Juga: Banjir Berwarna Merah Gegerkan Warga Solo, Diduga dari Pewarna

Ia menambahkan bahwa penyaluran bantuan saat ini dinilai kurang tepat, khususnya bagi siswa kelas akhir yang segera menyelesaikan pendidikan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Kemlu Pulangkan 45 WNI dari Iran, Diprioritaskan Kembali ke Daerah Asal

Rekomendasi untuk Anda