Aceh Utara, MINA — Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (31/3) menyebabkan jalan darurat di Krueng Sawang ambles, sehingga akses menuju sejumlah sekolah terputus. Akibatnya, para guru tidak dapat mencapai lokasi untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
Guru dari SDN 16 Sawang, SDN 23 Sawang, dan SMPN 5 Sawang dilaporkan tertahan karena jalur penghubung yang berada di badan sungai tidak bisa dilintasi. Kondisi tersebut membuat siswa terpaksa menunggu tanpa kepastian kehadiran tenaga pengajar di sekolah.
Kepala SDN 16 Sawang, Yusnidar Adam menyampaikan, kerusakan jalan ini telah memutus akses utama para guru. Ia mengatakan pihaknya sangat berharap adanya pembangunan jembatan permanen agar aktivitas pendidikan tidak terus terganggu setiap kali banjir terjadi.
Menurutnya, jalan darurat yang ada saat ini hanya bersifat sementara dan sangat rentan rusak karena berada tepat di aliran sungai.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
Ia menambahkan bahwa kondisi ini berulang sejak banjir besar sebelumnya, sehingga diperlukan solusi jangka panjang.
Keuchik Gunci, Fazir Ramli, juga menyuarakan hal serupa dengan menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur permanen.
Ia mengatakan jalur tersebut merupakan akses vital masyarakat, sehingga pemerintah diharapkan segera mengambil langkah konkret guna menjamin kelancaran aktivitas warga, termasuk pendidikan.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
















Mina Indonesia
Mina Arabic