Rektor UIN Palembang: Selamat Datang UIII

Palembang, MINA – , mengucapkan selamat datang atas keberadaan .

Alhamdulillah, dengan dilantiknya Professor Komaruddin Hidayat sebagai Rektor (), keberadaan Universitas Islam Internasional semakin nyata adanya. UIII akan melengkapi 58 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang sudah ada dan beberapa Perguruan Tinggi BHMN (Badan Hukum Milik Negara) yang sudah berjalan,” kata Rektor Sirozi demikian siaran tertulis yang diterima MINA, Jumat (14/6).

Ia melanjutkan, karena proses pendiriannya yang cepat dan sosoknya yang bongsor, paling tidak dilihat dari status kelembagaan dan rencana anggaran, maka tidak heran ada yang melihat UIII seperti “Bayi Ajaib”.

Baca Juga:  BAZNAS Raih Penghargaan Indonesia Scholarship Award 2019

“Apapun nick name yang kita berikan, UIII adalah amanah besar dari negara yang dititipkan kepada Kemenag. Cara dan kemampuan kita dalam mengemban amanah ini akan sangat besar pengaruhnya terhadap citra dan reputasi Kemenag dalam bidang pendidikan tinggi,” jelasnya.

Menurutnya, melihat dan menilai keberadaan UIII tidak bisa sepenuhnya menggunakan kacamata PTKI pada umumnya.

“Dari penjelasan yang saya dengar dan dokumen yang saya baca, UIII adalah sebuah proyek sangat strategis, untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi dunia untuk kajian keislaman, bukan sekedar untuk pengembangan IPTEK, perluasan akses pendidikan tinggi, dan penyiapan SDM pembangunan, sebagaimana tujuan lembaga-lembaga pendidikan tinggi pada umumnya di Indonesia,” paparnya.

Baca Juga:  Indonesia - Inggris Jalin Kerja Sama Bidang Vokasi Kemaritiman

Sebenarnya, harapan yang dititipkan kepada UIII untuk menjadi pusat destinasi studi Islam dunia  sudah dititipkan di semua PTKI, khususnya UIN yang saat ini berjumlah 17 dan tersebar di berbagai wilayah NKRI. Tetapi, kelihatannya kemampuan UIN untuk memenuhi harapan tersebut masih sangat terbatas. UIN masih harus berkutat dengan kebutuhan sarpras, perluasan akses, dan pengembangan kelembagaan. Hingga saat ini, baru lima dari 17 UIN yang terakreditasi A dan empat dari lima tersebut ada di pulau Jawa.

Kita sering gregetan mengamati dinamika perkembangan di dunia. Islam Indonesia yang memiliki begitu banyak sumber daya manusia yang berkualitas dan bereputasi dunia ternyata belum mampu berkontribusi secara maksimal dalam dinamika perkembangan pemikiran Islam di dunia.

Baca Juga:  Jamaah Umrah Dapat Gunakan Bandara Mana Pun di Arab Saudi

Dalam hal ini, kita harus mengakui bahwa kita masih tertinggal dari negara-negara Muslim yang jauh lebih kecil, seperti: Mesir, Iran, Maroko, Turki, dan Yordania. Kenapa, misalnya, pemikiran dan pesan keagamaan yang begitu penting dan berpengaruh harus muncul dari “Amman Messages”, bukan dari “Jakarta Messages” atau “Yogyakarta Messages” atau “Surabaya Messages”

“Kita do’akan kiranya Professor Komaruddin Hidayat bisa menakhodai dan menghantarkan UIII menjadi pusat destinasi studi Islam dunia. Aamiin yaa Rabbal aalamiin,” tambahnya. (R/R10/RI-1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)