Rudal Hantam Ashdod, Beri Peringatan Untuk Israel dan AS

Gaza, MINA – Sementara Gedung Putih AS menjadi tuan rumah penandatanganan perjanjian normalisasi UEA dan Bahrain dengan Israel, rudal perlawanan yang diluncurkan dari Gaza menghantam kota Ashdod, menyebabkan luka-luka 13 pemukim Yahudi.

Penulis dan analis Hisham Saqallah menilai, “Rudal ini adalah pesan yang kuat untuk seluruh dunia, terutama untuk Amerika Serikat Israel dan para pendukungan mereka.” Quds Press melaporkan, Rabu (16/9).

Menurutnya, roket yang diluncurkan dari Gaza melebihi 45 kilometer untuk menghantam jantung kota strategis Asdod adalah keputusan yang berani dan memberikan pesan kepada para pihak yang berpartisipasi dalam penandatanganan perjanjian normalisasi.

“Rudal ini menunjukkan bahwa solusi politik dan perjanjian dimulai dengan Palestina, dan bukan dengan negara-negara yang bekerjasama dengan pendudukan dan mengklaim bahwa mereka tertarik pada rakyat Palestina,” lanjutnya.

Dia menekankan, tidak ada alternatif menghadapi penjajahan kecuali dengan perlawanan yang mempersatukan rakyat Palestina.

Pakar urusan Israel, Ahed Farwana, menilai roket yang diluncurkan dari Gaza “tidak hanya menargetkan Ashkelon dan Ashdod, tetapi tujuan utamanya adalah Trump dan Netanyahu saat merayakan penandatanganan perjanjian normalisasi dengan UEA dan Bahrain.”

Ia memprediksi, akan ada tantangan baru dengan Gaza, yaitu menghadapi gelombang agresi yang lebih besar, karena rudal rudal ini datang pada waktu yang sensitif. (T/RS2/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)