Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rupiah Terus Melemah, Anies Baswedan Desak Pemerintah Hadirkan Kepastian Ekonomi

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Kamis, 21 Mei 2026 - 07:39 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 - 07:39 WIB

112 Views ㅤ

Anies Baswedan (foto: dok MINA)

Jakarta, MINA – Anies Rasyid Baswedan mendesak pemerintah lebih serius menghadapi tekanan ekonomi nasional menyusul melemahnya nilai tukar rupiah yang disebut telah mencapai titik terendah sepanjang sejarah.

Menurut Anies, kondisi ekonomi saat ini tidak bisa dianggap biasa karena berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Dalam pernyataannya di video yang beredar di media Sosial, Kamis (21/5), Anies menilai publik dan pelaku pasar saat ini membutuhkan kepastian dari pemerintah, bukan sekadar narasi yang menenangkan situasi.

Ia menegaskan transparansi, kejujuran, dan arah kebijakan yang jelas sangat diperlukan agar kepercayaan pasar tetap terjaga di tengah tekanan ekonomi global.

Baca Juga: Semeru Erupsi Dua Kali Hari Ini, Warga Diminta Jauhi Aliran Besuk Kobokan

Anies juga menyoroti melemahnya daya beli masyarakat, kenaikan harga kebutuhan pokok, hingga menyempitnya lapangan pekerjaan sebagai dampak dari tekanan ekonomi yang sedang terjadi.

Selain faktor global, ia mengingatkan ancaman El Nino dan ketahanan pangan dapat memperburuk situasi apabila tidak diantisipasi secara serius oleh pemerintah.

Di tengah gejolak tersebut, Bank Indonesia baru-baru ini menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen. Kebijakan itu diambil untuk menahan pelemahan rupiah yang tertekan akibat ketidakpastian global, meningkatnya permintaan dolar AS, serta kekhawatiran pasar terhadap kondisi fiskal nasional.

Pemerintah sendiri menyebut tekanan terhadap rupiah tidak hanya dialami Indonesia, tetapi juga dipengaruhi situasi geopolitik global dan volatilitas pasar internasional.

Baca Juga: Presiden Prabowo Copot Listyo Sigit dari Kepala Staf Kepresidenan Usai Ditetapkan Tersangka Penyadapan

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan pemerintah tengah memperkuat kontrol ekspor komoditas strategis dan memperketat pengelolaan devisa hasil ekspor guna menjaga stabilitas ekonomi nasional dan memperkuat nilai tukar rupiah.

Pelemahan rupiah belakangan menjadi perhatian luas publik karena dinilai berpengaruh terhadap harga barang impor, biaya produksi, hingga daya beli masyarakat.

Stabilitas nilai tukar menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor dan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: BPOM Ungkap Sejumlah Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Rekomendasi untuk Anda