Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rusia Wanti-Wanti AS dan Iran: Jangan Picu Konflik

Widi Kusnadi Editor : Rudi Hendrik - Kamis, 5 Februari 2026 - 22:21 WIB

Kamis, 5 Februari 2026 - 22:21 WIB

27 Views ㅤ

Menteri Luar Negeri Rusia adalah Sergei Lavrov (foto: X)

Moscow, MINA – Rusia memperingatkan Amerika Serikat dan Iran agar tidak memicu eskalasi konflik di Timur Tengah yang menurut Moskow berpotensi membawa kawasan itu ke dalam situasi yang berbahaya.

Pernyataan itu disampaikan saat ketegangan meningkat di kawasan akibat manuver politik dan militer kedua negara terkait isu nuklir dan keamanan regional. Media Rusia RT melaporkan, Kamis (5/2).

Ketegangan tinggi antara Washington dan Teheran membuat Moskow semakin vokal dalam mengimbau semua pihak untuk menahan diri.

Menteri Luar Negeri Rusia menggambarkan situasi di Timur Tengah sebagai “ranjau yang siap meledak”, yang hanya menunggu tindakan tertentu untuk memicu ledakan konflik yang lebih luas.

Baca Juga: Yair Golan Kritik Netanyahu Usai Trump Umumkan Penghentian Bantuan AS untuk Israel

Moskow menilai hubungan AS-Iran yang kini kembali memanas akibat meningkatnya penempatan pasukan militer Amerika di kawasan serta perdebatan soal program nuklir Iran dapat memiliki konsekuensi jauh lebih luas bagi keamanan regional.

Rusia menyatakan khawatir bahwa setiap langkah militer berisiko menimbulkan gelombang reaksi yang sulit dikendalikan.

Peringatan dari Rusia datang di tengah upaya diplomatik yang terus berlangsung, termasuk rencana pertemuan negoisasi antara AS dan Iran untuk membahas konflik nuklir yang dinilai sensitif oleh banyak pihak.

Sejumlah negara di kawasan dan sekutunya juga telah menyerukan agar ketegangan diturunkan melalui jalur diplomasi.

Baca Juga: AS akan Hentikan Bantuan untuk Israel Akhir Tahun Ini

Meski demikian, Moskow menegaskan bahwa posisinya bukan berada di pihak agresor, melainkan menyerukan penyelesaian masalah melalui negosiasi dan diplomasi.

Rusia telah menawarkan diri untuk membantu mediasi antara kedua pihak, namun belum jelas sejauh mana peran konkret yang dapat dijalankan.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah telah berlangsung lama, dengan akar konflik mencakup perbedaan pandangan mengenai program nuklir Iran, dukungan terhadap kelompok proxy, dan rivalitas geopolitik yang lebih luas.

Presiden AS sebelumnya telah mempertimbangkan opsi militer terhadap situs nuklir Iran, sementara Iran memperingatkan bahwa serangan apa pun bisa memicu konflik lebih luas di wilayah yang rentan.  []

Baca Juga: Partai Demokrat Unggul Sementara dalam Pemilu Sela AS

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda