Moskow, MINA – Presiden Rusia Vladimir Putin kembali menyatakan kesiapan negaranya untuk menampung uranium hasil pengayaan Iran sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan nuklir dan konflik yang terus berkembang di Timur Tengah.
Moskow menyebut langkah tersebut dapat menjadi solusi diplomatik untuk mencegah eskalasi lebih luas antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Al-Mayadeen melaporkan, Ahad (10/5).
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan proposal itu sebelumnya telah disampaikan Putin dalam komunikasi dengan Amerika Serikat dan sejumlah negara kawasan.
Menurut Kremlin, Rusia tetap siap mengambil alih stok uranium Iran yang diperkaya tinggi apabila diperlukan dalam kesepakatan damai internasional, meski hingga kini belum ada tindak lanjut konkret dari pihak terkait.
Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme
Isu uranium Iran menjadi salah satu titik paling sensitif dalam negosiasi antara Washington dan Teheran. Amerika Serikat menuntut Iran menghentikan pengayaan uranium serta menyerahkan stok uranium yang diperkaya hingga 60 persen, yang dinilai mendekati tingkat yang dapat digunakan untuk senjata nuklir.
Sementara Iran menegaskan program nuklirnya hanya untuk kepentingan sipil dan tetap mempertahankan hak melakukan pengayaan uranium secara damai.
Rusia sendiri bukan pertama kali menawarkan diri sebagai pihak penengah dalam isu nuklir Iran. Dalam kesepakatan nuklir Iran tahun 2015 atau JCPOA, Moskow juga berperan dalam pemindahan sebagian uranium Iran ke luar negeri sebagai bagian dari pengawasan internasional terhadap program nuklir Teheran.
Rusia menilai pengalaman tersebut dapat menjadi dasar untuk membangun kembali solusi diplomatik di tengah krisis terbaru.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Di tengah meningkatnya tekanan internasional, sejumlah laporan menyebut negosiasi tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat masih berlangsung melalui mediator regional.
Axios melaporkan salah satu poin yang dibahas dalam rancangan kesepakatan terbaru adalah kemungkinan Iran mengirim uranium hasil pengayaannya ke luar negeri untuk mengurangi kekhawatiran Barat terhadap potensi pengembangan senjata nuklir.
Proposal tersebut diperkirakan masih menghadapi tantangan besar karena Amerika Serikat dan sekutunya tetap menaruh curiga terhadap program nuklir Iran, sementara Teheran juga enggan menyerahkan sepenuhnya kendali atas material nuklir strategisnya. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic