SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sang Viking Erling Haaland, Norwegia, dan Solidaritas Palestina

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Ahad, 12 Juli 2026 - 04:22 WIB

Ahad, 12 Juli 2026 - 04:22 WIB

189 Views ㅤ

Sang Viking Erling Haaland, pesepakbola Norwegia. (Worldsoccertalk)

JIKA ada satu nama yang membuat pertahanan tim lawan gemetar di Piala Dunia 2026, itu adalah Erling Braut Haaland.

Pemuda berambut pirang dengan postur 193 cm ini bukan sekadar mesin gol. Ia adalah simbol kebangkitan sepak bola Norwegia, pewaris semangat Viking, dan di balik sorotan sorak penonton, ia adalah anak muda yang rindu pada kampung halamannya.

Sebutan “Sang Viking”

Norwegia sendiri tempat asal negara Haaland, bukan sekadar negara Viking. “Viking” mengacau pada nama kuno tempat peradaban dan ekspansi bangsa Viking pada Abad Pertengahan.

Baca Juga: Dewa United vs Persijap Jepara: Banten Warriors Geser Persija Jakarta di Puncak Klasemen

Kata Viking ada yang menyebut berasal dari kata víka yang berarti “bergiliran”. Ini merujuk pada sistem para pendayung di kapal panjang yang bergiliran mendayung dalam perjalanan laut jarak jauh. Gerakan mendayung menjadi aksi ikonik para pendukung Norwegia di bangku penonton.

Haaland lahir di Leeds, Inggris, pada 21 Juli 2000. Ayahnya, Alf-Inge Haaland, adalah seorang pesepak bola profesional yang membela Leeds United dan Manchester City. Sementara ibunya, Gry Marita Braut, adalah seorang atlet heptathlon juara nasional Norwegia pada 1990-an.

Ketika ayahnya pensiun, keluarga kecil ini pindah ke Bryne, sebuah kota kecil di barat daya Norwegia.

Di sinilah Haaland menyerap semangat Skandinavia. Nama “Braut” ia sematkan di jersey timnas sebagai penghormatan kepada garis keturunan ibunya, sebuah tradisi Norwegia yang kental.

Baca Juga: PSG vs Barcelona di Liga Champions: Duel Dua Tim Paling Produktif di Paris

Bakatnya terlihat sejak dini. Pada usia lima tahun, ia mencetak rekor dunia lompat jauh untuk usianya (1,63 meter). Pada usia 15 tahun, ia sudah masuk tim utama Bryne FK. Lalu pada 2017, ia direkrut Molde FK yang dilatih oleh Ole Gunnar Solskjaer, yang mengasah kemampuannya menjadi predator haus gol.

Perjalanan Haaland kemudian melesat: Red Bull Salzburg, Borussia Dortmund, dan akhirnya Manchester City pada 2022. Di City, ia memecahkan rekor 36 gol dalam satu musim Premier League dan memenangkan treble di musim pertamanya.

Haaland kini telah mencetak 7 gol, sebelum bertanding melawan Inggris pada babak perempat final. Ia bersaing ketat dalam perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026, menempel ketat di belakang Lionel Messi dan Kylian Mbappé yang sama-sama mengoleksi 8 gol.

Hubungan Erat dengan Keluarga

Baca Juga: Dewa United vs Persijap Jepara: Sama-Sama Bertahan 0-0 pada Babak Pertama

Haaland memiliki hubungan yang sangat dekat dengan keluarganya. Sang ayah, Alfie, menjadi mentornya.

“Alfie memiliki andil dalam setiap aspek minat Erling di dalam dan luar lapangan sejak hari pertama,” tulis The Athletic.

Meski sang ayah sempat bercerai dari ibunya dan menikah lagi, Haaland tetap dekat dengan semua anggota keluarga.

Ia juga memiliki kakak perempuan, Gabrielle, yang sering terlihat mendukungnya di stadion, dan memiliki 60 juta pengikut di Instagram.

Baca Juga: Isenmulang FC vs Java United: Berbalas Gol dan Berbagi Poin

Di sisi personal, Haaland menjalin hubungan jangka panjang dengan Isabel Haugseng Johansen, mantan pemain sepak bola yang ia kenal sejak remaja di Bryne.

Pada Desember 2024, mereka dikaruniai seorang putra. Menjadi ayah justru membuat Haaland lebih fokus. Ia mengungkapkan bahwa memiliki anak membantunya “benar-benar melepas” dari sepak bola ketika pulang ke rumah.

Donasi Bersejarah: Menjaga Warisan Viking

Haaland bukan hanya berprestasi di lapangan. Pada Maret 2026, ia dan ayahnya membeli naskah kuno Snorri Sturluson edisi 1594, sebuah manuskrip yang menceritakan sejarah para raja Viking, seharga 1,3 juta kroner Norwegia (sekitar £100.000 atau sekitar Rp2,42 miliar). Dan tanpa ragu, ia menyumbangkannya ke perpustakaan umum di Bryne.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Diskor dan Didenda 255 Euro oleh Federasi Portugal

“Saya ingin buku itu selalu terbuka agar orang bisa membaca tentang mereka yang berasal dari tempat saya berasal, dari Bryne dan Jæren,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa ia sadar tidak semua orang bisa mewujudkan mimpinya di sepak bola. Tetapi melalui buku, banyak orang bisa bermimpi dan melihat kemungkinan-kemungkinan baru.

Norwegia dan Solidaritas untuk Palestina

Di luar sepakbola, Norwegia dalam panggung diplomasi global dikenal sebagai salah satu negara Eropa yang paling vokal mendukung hak-hak rakyat Palestina.

Baca Juga: Lengkap! 32 Daftar Peserta Piala Dunia Bola Voli Putra FIVB 2027 di Polandia

Pemerintah Norwegia secara formal mengakui Negara Palestina dan secara konsisten menyuarakan dukungannya di forum internasional.

Bahkan pada peringatan Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina pada 2025, Perdana Menteri Jonas Gahr Støre menyatakan, “Kami semua merasakan hubungan dengan rakyat Palestina. Selama sejarah modern, mereka telah berjuang melawan ketidakadilan, perang, dan konflik. Kami memiliki tanggung jawab untuk saling mendukung sebagai sesama manusia.”

Norwegia juga merupakan salah satu donor terbesar untuk UNRWA, dengan komitmen pendanaan mencapai 275 juta kroner Norwegia (senilai Rp508 miliar) pada 2026.

Ya, itulah sekilas profil Erling Haaland  yang memaknai kesuksesan sejati bukan hanya tentang trofi dan rekor, tetapi tentang bagaimana seseorang mengingat dari mana ia berasal, menghargai keluarganya, dan memberi kembali kepada komunitasnya.

Baca Juga: David Beckham Muncul di Bursa Calon Presiden FIFA Penantang Gianni Infantino

Ketika Norwegia bertemu Inggris di perempat final Piala Dunia 2026, kita tidak hanya menyaksikan pertaruhan sepak bola, tetapi juga cerita tentang seorang anak muda yang lahir di Leeds, besar di Bryne, dan kini membawa kebanggaan Viking ke seluruh dunia.

Dan Halaand berada di negara yang memiliki semangat solidaritas yang menyentuh hati, khususnyauntuk Palestina. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Atlet Palestina Maryam Bsharat Raih Medali Emas Kejuaraan Dunia Karate di Polandia

Rekomendasi untuk Anda