Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Santri Baru Al-Fatah Lampung Diharapkan Berkembang Secara Holistik

Habib Hizbullah Editor : Rana Setiawan - Rabu, 10 Juli 2024 - 19:14 WIB

Rabu, 10 Juli 2024 - 19:14 WIB

79 Views

Ketua Tim Kesetaraan dan Emis, Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Sholihin Sidik, memberikan sambutan pada Apel Tahunan di Ponpes Al Fatah, Lampung. (Foto: Humas Al-Fatah)

Lampung Selatan, MINA – Santri baru Pondok Pesantren Al-Fatah Lampung diharapkan tumbuh dan berkembang secara holistik, baik secara akademik maupun spiritual.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Kesetaraan dan EMIS (Education Management Information System), Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Sholihin Siddiq, saat memberikan sambutan pada Apel Tahunan Ponpes Al-Fatah Lampung dalam rangka Pembukaan Tahun Ajaran Baru (Khutbatul Iftitah) 1446-1447 H/2024-2025 M di Lapangan Gaza, Muhajirun, Negararatu, Natar, Lampung Selatan, Rabu (10/7).

Sholihin mengatakan, khutbah iftitah atau pekan perkenalan santri merupakan ajang mengenalkan santri baru dengan fasilitas, aturan, dan kehidupan sehari-hari di pondok pesantren. Sehingga hal tersebut membantu para santri memahami lingkungan tempat mereka akan menghabiskan waktu selama berada di pesantren.

“Selain itu, pekan perkenalan ini juga untuk membangun kekeluargaan, membantu santri baru merasa lebih nyaman dan diterima dalam komunitas pesantren. Dalam Khutbah pembukaan ini, pesan tentang kebersamaan, kerjasama, dan penghargaan terhadap perbedaan ditekankan agar tercipta rasa kekeluargaan di antara semua santri,” ujarnya.

Baca Juga: Puluhan Hektare Hutan Mangrove di Jateng Hilang Akibat Proyek Jalan Tol

Khutbah Iftitah juga merupaan momentum mengenalkan kepada santri dalam meningkatkan kedisiplinan, meneguhkan pentingnya disiplin dalam menjalani kehidupan di pondok pesantren.

“Dalam lingkungan pesantren, disiplin merupakan bagian integral dalam proses pendidikan dan pembentukan karakter dan mempersiapkan mereka untuk menjalani kehidupan di pondok pesantren,” tuturnya.

Sholihin menjelaskan, santri sebagai generasi muda harus menjadi generasi yang memiliki prinsip yang kuat.

Dalam catatan sejarah, menurut Sholihin, santri adalah pejuang yang mengorbankan jiwa dan raganya untuk mempertahankan kemerdekaan Negara Republik Indonesia sebagai prinsip hidupnya.

Baca Juga: Bertemu Dubes Sudan, Kantor Berita MINA Jajaki Kerjasama Media

“Ponpes Al-Fatah yang berada di Lampung Selatan ini telah banyak memberikan sumbangsih besar dengan segala kontribusi besar kepada umat,” ungkapnya.

“Kita berharap, para santri Al-Fatah dapat menjadi santri dan generasi yang senantiasa berakhlak mulia, berpikir cerdas, berhati ulama, berjiwa syuhada, dan selalu berqudwah kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,” pungkasnya.[]

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Relawan UAR Bantu Bersihkan Lokasi Kebakaran di Tomang Jakbar

Rekomendasi untuk Anda