Sekitar 10 Ribu Jamaah Umrah Mancanegara Tiba di Saudi

Makkah, MINA – Sekitar 10.000 jamaah haji internasional tiba di Arab Saudi setelah tujuh bulan absen untuk melakukan umrah karena pencegahan virus Corona.

Saudi membuka kembali ziarah pada hari pertama untuk jamaah asal negara asing, tahap ketiga dimulainya kembali umrah. Saudi Gazette melaporkan, Ahad (1/11).

Menurut Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dr. Amr Al-Maddah, jamaah umrah yang datang dari luar negeri harus mendapat izin terlebih dahulu.

Saat tiba di Saudi, jamaah juga harus diisolasi dahulu selama tiga hari di hotel, sebelum memulai ihram di miqat terdekat untuk umrah.

Jamaah dapat tinggal di Saudi hingga 10 hari, tiga hari di antaranya dalam isolasi.

Sesuai protokol, batas usia maksimal jamaah internasional ditetapkan maksimal 50 tahun.

Wakil menteri menambahkan, negara-negara yang diizinkan mengirim jamaah, akan terus dievaluasi oleh Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Saudi dan Kementerian Kesehatan sebagai bagian dari standar dan protokol yang disetujui pemerintah.

Visa bagi para peziarah yang datang dari negara-negara yang mengalami peningkatan jumlah positif Covid-19 yang nyata, akan ditangguhkan sampai pemeriksaan lebih lanjut.

Sejauh ini, satu juta izin telah dikeluarkan untuk melaksanakan umrah dari aplikasi Eatmarna sekitar 3 juta.

Al-Maddah menambahkan, jika terdapat kekhawatiran atau bahaya bagi jamaah, kementerian akan mengevaluasi situasi dan kembali ke tahap sebelumnya serta menurunkan jumlah jamaah yang diizinkan

Saat ini, Saudia adalah satu-satunya maskapai penerbangan bersertifikat yang diizinkan untuk mengangkut peziarah ke dan dari Saudi.

Peziarah yang datang dari negara tempat Saudia tidak beroperasi, harus mengatur melalui pihak ketiga, yang dipertanggungjawabkan oleh Kerajaan Saudi.

Peziarah juga harus memiliki panduan kesehatan yang disediakan oleh perusahaan umrah untuk memantau setiap kelompok selama kunjungan mereka. Peziarah juga harus memiliki asuransi kesehatan penuh yang mencakup perawatan darurat jika terinfeksi dan kemungkinan tes PCR. (T/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)