Seluruh WNI di Sudan Terpantau Aman Pasca Bentrokan Bersenjata

Khartoum, MINA – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Khartoum, Rabu malam (15/1) mengeluarkan pengumuman bahwa Semua WNI di Sudan, terutama yang berada  di Kota Khartoum terpantau aman.

Pengumuman terkait situasi bentrok bersenjata antara aparat keamanan Sudan menghadapi kelompok bersenjata di Daerah Kafuri, Soba, dan sekitar Bandar Utara Internasional Khartoum.

Koresponden MINA melaporkan, KBRI meminta WNI untuk terus meningkatkan kewaspadaan dengan menjauhi tempat-tempat terjadinya bentrokan.

WNI juga diminta untuk tetap berada di kediaman masing-masing, apabila tidak terdapat hal-hal yang penting untuk keluar rumah. Warga juga agar saling mengingatkan sesama warga negara Indonesia dengan berbagai Informasi faktual yang diketahui terjadi dilingkungan tempat tinggal, bunyi pernyataan.

KBRI Khartoum telah mengeluarkan Edaran kepada seluruh WNI di Sudan, termasuk di Khartoum yang menghimbau para WNI untuk tetap tenang. Namun terus meningkatkan kewaspadaan serta tetap melakukan kontak dengan KBRI Khartoum melalui hotline yang ada.

Menurut sumber-sumber informasi, bentrokan bersenjata terjadi antara sejumlah oknum mantan anggota Dinas Intelijen dan Keamanan Nasional (National Intellegence and Security Service/NISS) yang sangat berkuasa pada masa Pemerintahan Omar Al Bashir, yang saat ini tergabung dalam Dinas Intelijen Umum (General Intelligence Service) berhadapan dengan pasukan Polisi Militer Angkatan Bersenjata (AB) Sudan,

Dari Pantauan yang tersebar di media sosial dan juga beberapa media online di Khartoum memberitakan bahwa kejadian ini berawal di salahsatu Markaz Operasi Militer di Daerah Kafuri, Bahri, Kota Khartoum pada Rabu siang (15/1).

Bentrokan sempat membuat Otoritas terkait di Sudan menutup sementara Bandara Udara Internasional Khartoum, karena para oknum tersebut menembakkan senjatanya secara membabi buta ke udara yang membahayakan penerbangan di bandara Khartoum.

Hingga dini hari, pihak Angkatan Bersenjata Sudan berhasil mengatasi keadaan dan situasi kembali normal, walaupun jalan utama tampak lebih sepi dari hari-hari biasa.

Kondisi di jalan raya samping landasan bandara Khartoum, sudah tidak ada lagi pasukan penjaga dan lalu lintas sudah kembali normal.

Pihak Dewan Pimpinan Transisi Sudan menegaskan, akan terus mengawal jalannya proses transisi politik di Sudan dan tidak akan membiarkan adanya gangguan keamanan.

Sementara itu, Kepada Staff Angatan Darat Sudan dan Ketua Majelis Transisi Pemerintahan Sudan, dalam sebuah wawancara di Stasiun Televisi Nasional Sudan,  Rabu sore melaporkan, ada korban meninggal dua orang.

Empat tentara Angkatan Bersenjata Sudan cedera dan dalam perawatan di Rumah Sakit Militer di Omdurman. (L/B02/RS2)

Mi’raj News Agency (MINA)