Seminar Kawasan Bahas Peran Islam di Era Industri 4.0

Bandar Seri Begawan, MINA – Islam mendorong umat untuk memperoleh pengetahuan dan menggunakannya untuk tujuan yang konsisten dengan ajarannya, kata Menteri Agama Brunei Darussalam Pehin Udana Khatib Dato Paduka Seri Setia Ustaz Haji Awang Badaruddin bin Pengarah Dato Paduka Haji Awang Othman.

Dia mengatakan hal itu saat Seminar Regional ke-6 Lembaga Pendidikan Tinggi Islam (SeIPTI 2019) di Auditorium Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA), Brunei, Kamis (6/11).

“Saya percaya kita adalah di antara mereka yang khawatir tentang penggunaan pengetahuan yang tidak terbatas pada studi Islam konvensional di era Revolusi Industri Keempat (IR 4.0),” ujarnya seperti dilaporkan Borneo Bulletin.

Menteri berbicara tentang pengembangan pendidikan agama formal di Brunei Darussalam yang dimulai pada 1959 diikuti oleh sekolah agama dan Arab pada 1965 dan 1966.

“Keduanya berada dalam arus utama sistem pendidikan nasional kita yang menjadikan pendidikan agama sebagai subjek inti dalam semua tingkat pendidikan,” katanya, “Brunei mengintegrasikan dua aliran studi ke dalam sistem pendidikannya – Islam dan umum. Ini bisa dianggap pendekatan yang realistis,” tambahnya.

Integrasi itu, kata menteri, memenuhi impian memajukan masyarakat dengan memberikan generasi yang berpengetahuan luas dengan kemajuan bangsa serta menanamkan karakter, sikap, dan pendidikan Islam.

“Kami menghargai ide menuju studi Islam yang cerah di IR 4.0 – tujuan utama dan harapan seminar,” kata menteri.

Asisten Rektor UNISSA, Dr Arman bin Haji Asmad mengatakan, seminar ini berfokus pada peran dan arah lembaga pendidikan tinggi berbasis Islam, dalam menangani tantangan dan masalah saat ini.

“Di antara masalah saat ini yang sering muncul adalah kemampuan untuk bertahan, kemampuan pemasaran, kemampuan kerja lulusan studi Islam dengan teknologi termasuk otomatisasi dan kecerdasan buatan yang dapat melakukan tugas secara efisien dengan pengawasan minimal dan sumber daya manusia.

“Ini menunjukkan kebutuhan akan tenaga manusia semakin berkurang,” kata Arman.

Seminar regional ini diselenggarakan oleh UNISSA bekerja sama dengan Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), Universitas Darussalam Gontor (UNIDA) Indonesia, Universitas Fatoni (FTU) Thailand, dan Universitas Negeri Mindanao (MSU) Filipina.

Bertema Ke Arah Kecemerlangan Pengajian Tinggi Islam dalam Era Revolusi Industri 4.0, 84 makalah disajikan, 31 dalam Bahasa Melayu, 19 dalam Bahasa Arab, dan 34 berbahsa Inggris. (T/R11/RS1)

Mi’raj News Agency (MINA)