Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Slovenia Putuskan Menunda Keikutsertaan di Dewan Perdamaian Gaza

sri astuti Editor : Widi Kusnadi - Kamis, 22 Januari 2026 - 22:47 WIB

Kamis, 22 Januari 2026 - 22:47 WIB

6 Views ㅤ

Ljubljana, MINA – Perdana Menteri Slovenia Robert Golob mengatakan pada Rabu (21/1) bahwa Slovenia untuk saat ini tidak akan bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza yang didukung AS, dengan alasan kekhawatiran bahwa mandat luas inisiatifh tersebut dapat merusak sistem internasional yang berlandaskan PBB.

Berbicara pada konferensi pers, Golob mengatakan tatanan yang berpusat pada PBB telah melindungi kepentingan nasional Slovenia dan membantu memastikan perdamaian selama beberapa dekade di seluruh Eropa, menekankan bahwa Ljubljana tetap berkomitmen pada hukum internasional dan kerangka kerja multilateral. Anadolu melaporkan.

Ia mengatakan Slovenia dapat mempertimbangkan kembali partisipasi jika mandat dewan tersebut dipersempit secara khusus untuk rekonstruksi pascaperang di Gaza.

Golob juga mengumumkan ia akan melewatkan penandatanganan piagam pendirian dewan di Davos, dan memilih untuk melakukan perjalanan ke Brussels untuk konsultasi dengan para pemimpin negara anggota Uni Eropa lainnya.

Baca Juga: Trump Ancam Gunakan Veto Usai Demokrat Menang Pemilu Sela AS

Pembicaraan tersebut, katanya, bertujuan untuk membentuk respons bersama Uni Eropa terhadap inisiatif baru-baru ini yang terkait dengan Greenland.

Gedung Putih menyatakan Dewan Perdamaian merupakan bagian dari rencana 20 poin yang lebih luas tentang Gaza, yang disetujui oleh Dewan Keamanan PBB pada November 2025 berdasarkan Resolusi 2803.

AS diperkirakan akan mengumumkan daftar resmi anggotanya dalam beberapa hari mendatang. Beberapa negara telah menyatakan mereka baru-baru ini menerima undangan untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian, termasuk Turkiye, Argentina, Belarus, Kanada, Australia, Mesir, Hongaria, Pakistan, Yordania, Israel, India, dan Rusia.

Jumat lalu, Gedung Putih mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian bersamaan dengan persetujuan Komite Nasional untuk Administrasi Gaza, salah satu dari empat badan yang ditunjuk untuk mengelola fase transisi wilayah tersebut.

Baca Juga: Demokrat Unggul di Pemilu Sela AS, Keisha Bottoms hingga Deb Haaland Ukir Sejarah Baru

Pembentukan dewan tersebut bertepatan dengan peluncuran fase kedua gencatan senjata yang menghentikan perang Israel di Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 71.000 orang dan melukai lebih dari 171.000 lainnya sejak Oktober 2023. []

 

Mi’raj News Agency (MINA) 

 

Baca Juga: Yair Golan Kritik Netanyahu Usai Trump Umumkan Penghentian Bantuan AS untuk Israel

 

Rekomendasi untuk Anda