Kolombo, MINA – Sri Lanka kembali dilanda duka mendalam setelah jumlah korban tewas akibat banjir dan longsor yang melanda negara itu meningkat menjadi 618 orang hingga Ahad (7/12). Pusat Manajemen Bencana (DMC) mengonfirmasi data terbaru tersebut.
Wilayah tengah Sri Lanka yaitu daerah dataran rendah di ibu kota Kolombo , yang dikenal sebagai kawasan penghasil teh, menjadi daerah dengan korban terbanyak. Dari total korban tewas, 464 orang berasal dari kawasan ini, menyisakan luka mendalam bagi ribuan keluarga yang terdampak. Al-Jazeera melaporkan.
Bencana ini juga menyisakan jumlah orang hilang yang masih tinggi. Sebanyak 209 warga belum ditemukan, dan upaya pencarian terus dilakukan oleh tim penyelamat di tengah medan sulit serta cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat.
Kerusakan infrastruktur dan permukiman warga juga sangat parah. Lebih dari 75 ribu rumah rusak, termasuk hampir 5 ribu unit yang hancur total, memaksa puluhan ribu keluarga kehilangan tempat tinggal dan bergantung pada pusat-pusat pengungsian.
Baca Juga: Trump Jadikan Kerusuhan Prancis Sebagai Materi Kampanye di Pemilu Sela
Pemerintah Sri Lanka bersama lembaga kemanusiaan internasional terus mengerahkan bantuan darurat, meski tantangan di lapangan masih besar. Sementara itu, solidaritas dunia mulai mengalir untuk membantu negara pulau tersebut bangkit dari bencana terburuk dalam beberapa tahun terakhir. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Trump Sebut Paris Segera Jadi Kota Muslim, Desak Macron Tutup Perbatasan
















Mina Indonesia
Mina Arabic