SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Serangan Houthi Picu Penutupan Bandara King Khalid Hingga 17 Oktober

Widi Kusnadi - Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:49 WIB

25 Views ㅤ

Bandara King Khalid yang diserang Houthi (foto: X/Arabnews)

Riyadh, MINA – Kelompok Houthi di Yaman menyerang Arab Saudi karena menilai Riyadh mendukung pasukan pemerintah Yaman dalam perang saudara dan memblokade wilayah yang mereka kuasai. Serangan beruntun ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh membuat otoritas Saudi memperpanjang penutupan bandara itu hingga Sabtu (17/10).

Otoritas Penerbangan Sipil Umum Arab Saudi (GACA) memperpanjang penghentian operasional lewat Notice to Airmen (NOTAM) yang terbit Senin (12/10). Arabnews melaporkan.

Penutupan berlaku hingga pukul 21.00 GMT pada 17 Oktober, atau tengah malam waktu setempat. GACA menyebut langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan dan kesiapan operasional fasilitas bandara. NOTAM tersebut tidak menjamin bandara akan dibuka kembali pada tanggal itu.

Houthi menyatakan menyasar Saudi karena dukungan kerajaan itu terhadap pasukan pemerintah Yaman dalam perang saudara. Mereka juga menyebut tindakannya sebagai balasan atas blokade Saudi terhadap pelabuhan dan bandara di wilayah barat laut Yaman yang mereka kuasai.

Baca Juga: Trump Sebut Paris Segera Jadi Kota Muslim, Desak Macron Tutup Perbatasan

Sebelumnya Houthi mengklaim 60 serangan udara dan rudal Saudi ke Sanaa dan sejumlah provinsi dalam 24 jam sebagai pemicu serangan balasan pada 6 Oktober.

Serangan paling mematikan terjadi pada Sabtu (10/10). GACA mencatat sedikitnya 12 orang tewas dan 309 lainnya luka. Serangan ini menyusul rangkaian serangan sejak awal pekan, termasuk dua serangan pada Kamis (8/10) yang menewaskan tiga warga Saudi.

Dampaknya langsung terasa pada penerbangan. Cirium mencatat 99,7 persen jadwal penerbangan di bandara itu dibatalkan pada Ahad (11/10).

Lufthansa Group membatalkan seluruh penerbangan ke Riyadh hingga 16 Oktober, sedangkan Air France-KLM memperpanjang penangguhan hingga akhir bulan. Etihad Airways membatalkan seluruh penerbangan Abu Dhabi–Riyadh hingga 19 Oktober.

Baca Juga: Macron Kecam Kerusuhan Demo Biaya Hidup di Prancis, Hampir 2.400 Orang Ditangkap

KBRI Riyadh mengimbau warga negara Indonesia (WNI) menjauhi area bandara dan sekitarnya serta membatasi perjalanan yang tidak mendesak.

WNI yang akan bepergian juga diminta memeriksa status penerbangan kepada maskapai. Kementerian Luar Negeri RI sebelumnya mengecam serangan terhadap warga sipil dan mendesak semua pihak menahan diri serta menempuh dialog. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Wapres AS Akui Kesalahan dalam Perang Iran

Rekomendasi untuk Anda

Dunia Islam
Dunia Islam
Internasional
Internasional