Jakarta, MINA– Pemerintah Indonesia mengecam keras segala bentuk serangan terhadap warga sipil dan objek sipil dalam eskalasi konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman. Sikap itu disampaikan Kementerian Luar Negeri RI melalui akun X resmi, Selasa (13/10).
Kemlu menyatakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya korban sipil dan memburuknya kondisi kemanusiaan di Yaman. Serangan lintas batas, termasuk yang menyasar sejumlah bandara di Arab Saudi, juga dinilai mengganggu penerbangan sipil dan membahayakan keselamatan penerbangan. Indonesia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mendoakan kesembuhan para korban luka.
Pemerintah Indonesia mendesak semua pihak mengakhiri siklus serangan dan aksi balasan, menahan diri, serta mematuhi hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional. Indonesia juga menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah semua negara di kawasan, serta mengedepankan dialog dan diplomasi untuk meredakan ketegangan.
Pernyataan itu muncul setelah rentetan serangan ke Bandara Internasional King Khalid, Riyadh. Otoritas Penerbangan Sipil Umum Arab Saudi (GACA) menyebut serangan pada Sabtu (10/10) menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 309 lainnya.
Baca Juga: Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Alternatif
Korban tewas terdiri atas empat warga Saudi dan warga sejumlah negara lain, termasuk Bangladesh, Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan. Pemerintah Saudi menyebut Houthi berada di balik rangkaian serangan tersebut.
Sebelumnya, GACA menyatakan tiga warga Saudi, termasuk seorang pilot Saudia, tewas dalam dua serangan ke bandara Riyadh pada Kamis (8/10). Pada awal pekan yang sama, serangan ke bandara Riyadh dan Abha dilaporkan menewaskan tiga orang dan melukai puluhan lainnya.
Houthi mengklaim sejumlah serangan itu, sedangkan untuk serangan Sabtu, kantor berita dpa melaporkan belum ada pernyataan klaim dari kelompok tersebut.
Dampaknya terasa pada sektor penerbangan. Data Cirium menunjukkan 169 dari 378 jadwal keberangkatan di Bandara King Khalid dibatalkan atau berstatus “no fly” pada Jumat (9/10).
Baca Juga: Mahasiswa Gelar Demo Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Jakarta Hari Ini
Maskapai Etihad Airways dan Qatar Airways juga membatalkan sejumlah penerbangan dari dan ke Riyadh. Eskalasi ini terjadi setelah gencatan senjata dalam perang panjang di Yaman dilaporkan runtuh pada Juli. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: MUI Nyatakan Karhutla Haram dan Darurat, Minta Presiden dan Aparat Tindak Tegas Pembakar
















Mina Indonesia
Mina Arabic