Terkait Pembakaran Poster Habib Rizieq, GNPF Ulama: Itu Tidak Mencerminkan Adat Ketimuran

Jakarta, MINA – Terkait aksi pembakaran poster Habib Rizieq Shihab di depan Gedung DPR RI, Senin (27/7), Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Yusuf Muhammad Martak menegaskan, itu adalah sekelompok manusia yang tidak mencerminkan adat ketimuran.

“GNPF Ulama tidak bisa menerima perilaku tersebut, yang dilakukan oleh komunis dan pendukungnya selalu menjadi pemecah belah bangsa, apa yang kalian lakukan wahai komunis terhadap seorang Ulama Habib Rizieq,” kata Yusuf dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (29/7).

Ia mengatakan, Habib Rizieq selama ini sangat dihormati dalam memperjuangkan agama dengan sangat istiqomah, apa ada yang salah?.

“Siapa sebenarnya manusia yang tidak bermoral tersebut? mereka juga tidak jelas asal usulnya,” ujar Yusuf.

“Kalian harus mengetahui, Front Pembela Islam (FPI), GNPF Ulama, PA 212 beserta seluruh pejuang bersama kami,”tegasnya

Yusuf menegaskan, FPI dan ulama tidak pernah menjadi penghianat bangsa, kami tidak pernah menggarong dan merampok harta negara dan isi bumi yang di miliki oleh negara Indonesia, kami bukan koruptor, kami bukan bandar Narkoba, kami bukan pengusaha tempat-tempat maksiat dan perjudian. Kami juga tidak pernah melecehkan bangsa Indonesia di mata dunia internasional.

Kami hamba Allah yang taat menyembah Tuhan kami, kami bukan seperti anda wahai komunis si penyembah petugas partai maupun yang menugaskan, dan pada kalian para komunis yang menantang kami dan Habib Rizieq, tolong jangan kalian yang akan kabur dan berlindung di ketiak aparat selama ini kalian jadikan pelindung.

Sebelumnya, sempat viral di media sosial video aksi pembakaran poster bergambar Habib Rizieq Shihab. Dalam video, terlihat koordinator Gerakan Jaga Indonesia (GJI) Budie Djarot memberi komando.

Bodie Djarot mengklaim tak memerintahkan massa-nya untuk membakar poster Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab saat menggelar aksi memperingati peristiwa 27 Juli di depan Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Senin (27/7).

Boedi mengakui bahwa poster bergambar wajah Habib Rizieq tersebut sengaja dibawa oleh massa sebagai alat peraga aksi. Selain bergambar wajah Habib Rizieq, poster itu turut bertuliskan “Saatnya Rakyat Lawan Khilafah” dan “Kawal Pancasila dan NKRI”. (T/R4/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)