Teten Masduki Dorong UMKM Indonesia Naik Kelas

Jakarta, MINA – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki mengatakan, pemerintah saat ini sedang mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia agar naik kelas.

“Produk UMKM kebanyakan hanya kripik, akik, dan batik. Kalau di situ saja ya UMKM tidak naik kelas. Maka kita dorong UMKM ke komoditas unggul, seperti buah segar,” kata Teten saat diskusi Hatta’s Talk ‘Gagasan Bung Hatta Menuju Kemandirian Ekonomi Nasional’ di Museum Bank Indonesia, Jakarta, Sabtu (1/2).

Ia mengatakan, UMKM Indonesia nantinya dapat berkompetitif dengan produk besar, apalagi produk impor melalui e-commerce.

“Tidak mungkin UMKM tidak meningkatkan daya saingnya jika tidak dimajukan atau dinaikkan standarnya, supaya bisa bersaing, intinya bagaimana UMKM bisa bersatu,” ujarnya.

“Termasuk di dalamnya kita ingin adanya per naikkan koperasi, supaya bisa terdistribusi lebih baik, hal inilah yang awalnya di awali oleh Bung Hatta,” imbuhnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, UMKM Indonesia memiliki potensi ekonomi yang sangat besar, tapi masalahnya yaitu masih sebatas organisasi-organisasi usaha kecil, “Kalau kita lihat disektor pertanian saja lahannya sempit-sempit, kegiatan usahanya individual,” katanya.

Menurutnya, salah satu cara untuk menaikkan kelas UMKM adalah dengan konsolidasi. Saat ini pemerintah juga sedang mengupayakan konsolidasi para petani.

“Saya melihat bahwa misalnya di sektor pertanian di desa yang kebanyakan sektor mikro, petani-petani kita itu berproduksi sendiri-sendiri dan dilahan yang sempit. Ini tidak mungkin kita melahirkan sistem yang efisien kalau tidak dilakukan konsolidasi petani, berkelompok, berkoperasi, konsolidasi,” imbuhnya.

Pihaknya, kata Teten telah bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, Keuangan, dan Menko Perekonomian untuk konsolidasi petani-petani kecil di sektor pertanian, juga konsolidasikan UMKM di Perkotaan.

“Kami sedang memikirkan bagaimana ini konsolidasi, lahan, konsolidasi pelaku, dan subsidi dari pemerintah. Ini belum terkonsolidasi, jadi kita mau pilot project bagaimana petani ini terkonsolidasi,” ujar Teten.

Ia menilai masyarakat atau pelaku UMKM akan setuju dan mau untuk konsolidasi, karena tujuannya untuk menyejahterakan mereka kembali.

“Sehingga mereka lebih berkoperasi, bisa melakukan usaha dalam skala bisnis efisien, mudah mendapat pembiayaan dan membangun dengan marketing yang sedang di pilot,” pungkasnya. (L/R6/RS3)

Mi’raj News Agency (MINA)