Tiga Inovasi Baru STQ Nasional XXV 2019

Pontianak, MINA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersiap menggelar Seleksi Tilawatil Qur’an Tingkat Nasional (STQN) 2019.

Mewakili Menteri Agama,  Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin mengingatkan pentingnya inovasi dalam gelaran STQ,  setidaknya ada tiga inovasi dalam STQN 2019.

Pertama, STQN akan memanfaatkan teknologi informasi terkait pendaftaran melalui ginger print, penggunaan aplikasi e-Maqra hingga proses penjurian melalui aplikasi musabaqah sebagai bentuk adaptasi terhadap era digital.

“Hal ini menunjukan bahwa syiar keagamaan tidaklah jumud atau mengalami stagnasi, akan tetapi selalu dinamis dan adaptif sesuai dengan perkembangan zaman,” ujarnya saat launching STQ Nasional XXV di Pontianak, Kamis (28/3). Demikian keterangan pers Kemenag yang dikutip MINA.

Kedua, dalam penyelenggaraan STQN tahun ini dibuat Kode Etik Juri sebagai upaya menjaga kredibilitas pelaksanaan kegiatan, sekaligus kesucian momen yang berlabel Al-Quran.

“Saat ini masih berlangsung rekrutmen Dewan Hakim Nasional untuk memantapkan kualitas pelaksanaan musabaqah secara profesional dan transparan,” ujar Amin.

Inovasi ketiga, STQN menghadirkan berbagai layanan publik. Hal tersebut antara lain Layanan Konsultasi Syariah, Konsultasi Pernikahan dan Keluarga Sakinah, serta Layanan Konsultasi Zakat dan Wakaf.

“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi layanan publik bervisi masa depan yang akan direplikasi oleh seluruh satuan unit kerja Kementerian Agama di seluruh Indonesia,” pungkasnya. (R/R05/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)