SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tiga Tahun Thufanul Aqsa, AWG: Belum Pernah Dunia se-Palestina Ini

Arina Islami Editor : Rudi Hendrik - Kamis, 8 Oktober 2026 - 01:26 WIB

Kamis, 8 Oktober 2026 - 01:26 WIB

43 Views ㅤ

Bekasi, MINA – Organisasi kepalestinaan Aqsa Working Group (AWG) menyebut tiga tahun setelah operasi Thufanul Aqsa pada 7 Oktober 2023 oleh faksi perlawanan di Palestina menunjukkan belum pernah dunia se-Palestina ini.

Menurut AWG, perjuangan Palestina telah membangkitkan gelombang solidaritas global melalui jalur politik, diplomatik, dan gerakan masyarakat sipil di berbagai negara.

Hal itu disampaikan AWG dalam Pernyataan Sikap Nomor 06/SPn/PS-HQ/AWG/IV/1448 tentang Tiga Tahun Thufanul Aqsa dan Genosida terhadap Rakyat Palestina, di Bekasi, Rabu (7/10).

AWG menilai Thufanul Aqsa merupakan tonggak penting perjuangan bangsa Palestina melawan penjajahan Zionis Israel sekaligus upaya melindungi Masjid Al-Aqsa.

Baca Juga: Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, Ini Wilayah Terpanas di Indonesia versi BMKG

Ketua Presidium AWG, M. Anshorullah menyebut operasi tersebut sebagai bagian dari hak bangsa Palestina untuk membebaskan diri dari penjajahan.

Dia juga menegaskan Thufanul Aqsa merupakan perjuangan seluruh elemen bangsa Palestina, bukan hanya satu faksi.

Menurut AWG, Hamas berperan dalam aksi bersenjata di lapangan, sementara Fatah menjalankan peran diplomatik di forum internasional.

“Kerja sama itu membawa hasil yang sangat besar; dunia belum pernah se-Palestina ini,” kata Anshorullah.

Baca Juga: Singapura Sebut 3 Perusahaan Indonesia Terlibat Karhutla

Sebaliknya, AWG menilai operasi Iron Sword Zionis Israel merupakan operasi pembersihan etnik dan genosida yang menyasar rakyat Palestina, sekaligus bagian dari upaya perluasan wilayah di Gaza.

AWG menyebut Thufanul Aqsa telah membuka mata dunia terhadap tindakan Zionis Israel dan meningkatkan tekanan internasional terhadapnya.

AWG juga mengecam PBB, khususnya Dewan Keamanan, yang dinilai gagal menghentikan kejahatan terhadap rakyat Palestina di Gaza, Tepi Barat, dan Masjid Al-Aqsa.

Terkait Board of Peace (BoP), AWG menilai lembaga tersebut telah mengambil peran yang semestinya berada dalam mandat PBB dan tidak berorientasi pada keadilan serta palestina/">kemerdekaan Palestina. AWG karena itu menuntut PBB mencabut mandat BoP.

Baca Juga: Jama’ah Muslimin Protes Lelucon Trump Soal Nama Muhammad, Tuntut Permintaan Maaf Terbuka

AWG juga mendesak para pelaku kejahatan internasional terhadap rakyat Palestina diproses melalui hukum internasional, termasuk pelaksanaan surat perintah penangkapan ICC terhadap Benjamin Netanyahu dan Yoav Gallant yang diterbitkan pada 21 November 2024.

Selanjutnya, AWG menyerukan kepada bangsa Indonesia, umat Islam, dan masyarakat dunia untuk terus mendukung Palestina melalui aksi massa, kampanye digital, gerakan boikot, dukungan dana, dan doa serta mewaspadai narasi yang dibangun Zionis Israel terkait Palestina dan Masjid Al-Aqsa.

AWG menegaskan pembebasan Masjid Al-Aqsa dan palestina/">kemerdekaan Palestina membutuhkan persatuan.

Kepada rakyat Palestina, AWG menyerukan agar tetap sabar dan tabah serta menjaga persatuan nasional dalam perjuangan.

Baca Juga: Belanja Oleh-Oleh Jemaah Haji Capai Rp4 Triliun, Menhaj Dorong UMKM Jadi Pemasok

“Karena berjamaah pasti akan membawa rahmat, sedangkan berpecah belah hanya akan membawa adzab,” tegas Anshorullah.

Di akhir pernyataannya, AWG mendoakan agar Allah SWT memberikan keteguhan, kesabaran, dan pertolongan kepada rakyat Palestina, melindungi para syuhada, menyembuhkan yang terluka, menguatkan keluarga korban, serta memberikan kemenangan dan kemerdekaan bagi Palestina.

“Allahu Akbar! Al Aqsa Haqquna!” demikian pernyataan AWG.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Asap Karhutla Capai Jakarta, Pramono Siagakan 367 Faskes dan Bebaskan Syarat KTP

Rekomendasi untuk Anda