Tim Medis ACT: Sejumlah Anak Pengungsi Rohingya Alami Kelelahan

Lhokseumawe, MINA – Relawan Medis Aksi Cepat Tanggap (ACT) dr. Separta Graha mengatakan, sejumlah pengungsi Rohingya masih mengalami kelelahan akibat terombang-ambing di lautan selama beberapa bulan sebelum terdampar di pesisir Aceh Utara pada pekan lalu.

Selain anak-anak, dr. Selarta menyebut kondisi kelelahan juga masih dialami sebagian pengungsi, termasuk orang dewasa.

“Kami meminta para pengungsi istirahat yang cukup, minum air putih, dan makan yang baik,” kata dokter dari rumah sakit PMI itu, seperti dikutip dari news.act.id, Selasa (7/7).

Sementara itu, Melza, anggota Tim Medis ACT untuk pengungsi Rohinya menerangkan, selain layanan kesehatan berkala, ACT juga menyiagakan Ambulans Pre-Hospital yang berangkat langsung dari Jakarta bersama tiga armada kemanusiaan lain.

Ambulans Pre-Hospital ACT memiliki fasilitas memadai berupa oksigen, ventilator, monitor elektrokardiogram, suction, dan peralatan mendukung lainnya.

“Ambulans Pre-Hospital ACT juga steril sehingga memungkinkan melakukan bedah ringan di dalam. Kabin juga dilengkapi lampu bedah dan CCTV untuk memantau perawatan yang dilakukan paramedis di dalam ambulans,” jelas Melza.

ACT juga menggandeng relawan dokter dan perawat di Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe dalam pelayanan kesehatan.

Kesehatan pengungsi memang jadi perhatian. Datang di kala pandemi Covid-19, saat tiba di Aceh pekan lalu, para pengungsi pun langsung menjalani tes cepat oleh otoritas kesehatan Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara. (T/R5/RI-1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)