Washington, MINA – Iran kembali menjadi target utama serangan AS dan Israel. Hal itulah yang menjadi pembahasan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pertemuan mereka di Gedung Putih, Washington, Selasa (28/7), di tengah masih berlangsungnya agresi Israel di Jalur Gaza.
Alih-alih bicara tentang perdamaian, kedua pemimpin justru menegaskan komitmen untuk menekan Teheran dan menjadikannya sebagai sasaran utama serangan.
Usai pertemuan yang berlangsung sekitar 90 menit itu, Netanyahu mengatakan dirinya dan Trump memiliki pandangan yang sama terkait Iran. Anadolu melaporkan, Rabu (29/7).
Menurutnya, Washington dan Tel Aviv sepakat untuk memastikan Republik Islam tersebut tidak pernah memperoleh kemampuan senjata nuklir.
Baca Juga: Trump Ancam Gunakan Veto Usai Demokrat Menang Pemilu Sela AS
Selain isu Iran, keduanya juga membahas perkembangan keamanan di Timur Tengah, termasuk situasi di Gaza dan peluang perluasan normalisasi hubungan Israel dengan sejumlah negara Arab.
Sebelum bertolak ke Washington, Netanyahu telah menegaskan bahwa isu Iran akan menjadi prioritas utama dalam agendanya bersama Trump.
Ia menilai pencegahan terhadap pengembangan program nuklir Iran merupakan bagian dari kepentingan strategis Israel dan keamanan kawasan.
Di sisi lain, Trump beberapa kali menyatakan bahwa pemerintahannya tidak akan membiarkan Iran memperoleh senjata nuklir, sembari tetap membuka peluang penyelesaian melalui perundingan apabila memungkinkan.
Baca Juga: Demokrat Unggul di Pemilu Sela AS, Keisha Bottoms hingga Deb Haaland Ukir Sejarah Baru
Di sisi lain, Iran berulang kali menegaskan bahwa program nuklirnya ditujukan untuk kepentingan sipil dan damai serta membantah tuduhan berupaya mengembangkan senjata nuklir.
Persoalan tersebut masih menjadi salah satu sumber ketegangan utama di Timur Tengah dan diperkirakan akan terus mewarnai hubungan Amerika Serikat, Israel, dan Iran dalam berbagai forum diplomasi internasasional pada periode mendatang. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Yair Golan Kritik Netanyahu Usai Trump Umumkan Penghentian Bantuan AS untuk Israel
















Mina Indonesia
Mina Arabic