Washington, MINA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan mulai menunjukkan kekecewaannya terhadap perang melawan Iran yang tak kunjung berakhir. Di tengah eskalasi konflik yang terus berlangsung, Trump disebut mulai mengevaluasi efektivitas operasi militer AS setelah tujuan yang diharapkan belum tercapai.
Sejumlah laporan menyebutkan, Gedung Putih semakin khawatir terhadap besarnya biaya politik, ekonomi, dan militer yang harus ditanggung Amerika akibat keterlibatan yang berkepanjangan di kawasan Timur Tengah. Al-Jazeera melaporkan, Kamis (16/7).
Meski operasi militer itu diklaim berhasil menghancurkan sejumlah fasilitas militer lawan dan melemahkan kemampuan tempur mereka, konflik di lapangan justru terus berkembang dengan eskalasi yang sulit dikendalikan Washington.
Laporan tersebut juga menyebutkan muncul perbedaan pandangan di internal pemerintahan Amerika Serikat mengenai kelanjutan operasi. Sebagian pejabat keamanan nasional mendukung operasi tetap dilanjutkan untuk meningkatkan tekanan terhadap Iran, sementara kelompok lain menilai pendekatan militer yang berkepanjangan berisiko menyeret Amerika ke dalam konflik regional yang lebih luas dan menguras sumber daya negara.
Baca Juga: Trump Ancam Gunakan Veto Usai Demokrat Menang Pemilu Sela AS
Di sisi lain, berbagai perkembangan diplomatik belum mampu meredakan ketegangan. Iran sebelumnya mengadukan Amerika Serikat ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atas dugaan pelanggaran Memorandum of Understanding (MoU) Islamabad. Teheran juga menuduh Washington tetap melancarkan operasi militer di wilayahnya meski telah ada kesepakatan untuk mengurangi eskalasi konflik.
Ketidakpastian mengenai masa depan Operasi Epic Fury juga memunculkan beragam reaksi di kalangan sekutu Amerika. Beberapa negara mendukung langkah Washington untuk mengurangi keterlibatan militer dan mengedepankan jalur diplomasi, sementara pihak lain mengkhawatirkan bahwa penghentian operasi secara sepihak dapat mengubah keseimbangan keamanan di Timur Tengah dan memperbesar pengaruh Iran di kawasan.
Keputusan akhir Presiden Trump akan sangat menentukan arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat dalam beberapa bulan mendatang.
Di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat, Iran, dan Israel, komunitas internasional terus menyerukan penyelesaian melalui dialog dan diplomasi guna mencegah konflik yang lebih luas, sekaligus menjaga stabilitas kawasan serta keamanan jalur perdagangan energi global. []
Baca Juga: Demokrat Unggul di Pemilu Sela AS, Keisha Bottoms hingga Deb Haaland Ukir Sejarah Baru
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic