Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Turkiye, Saudi dan Pakistan Buka Jalan bagi Mesir Bergabung dalam Pakta Pertahanan Makkah

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 9 Agustus 2026 - 13:48 WIB

Ahad, 9 Agustus 2026 - 13:48 WIB

15 Views ㅤ

Penandatanganan Pakta Pertahanan Makkah (foto: AA)

Ankara, MINA – Turkiye berharap Mesir dapat bergabung dalam Pakta Pertahanan Makkah yang saat ini melibatkan Turkiye, Arab Saudi dan Pakistan. Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan menyebut Mesir sebagai salah satu negara yang berpotensi memperluas kerja sama pertahanan tersebut.

Fidan mengatakan keikutsertaan Mesir masih memerlukan penyelesaian sejumlah persoalan teknis. Namun, ia menilai Kairo merupakan mitra yang memiliki posisi penting dalam upaya membangun mekanisme keamanan regional yang lebih kuat.

Pakta Pertahanan Makkah ditandatangani para pemimpin Turkiye, Arab Saudi dan Pakistan di Makkah pada Jumat (7/8/2026). Arabnews melaporkan, Ahad (9/8).

Kesepakatan tersebut menerapkan prinsip pertahanan bersama, yakni serangan bersenjata terhadap salah satu negara anggota akan dipandang sebagai serangan terhadap seluruh anggota.

Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya

Fidan sebelumnya menjelaskan bahwa mekanisme pertahanan bersama dalam pakta tersebut secara teknis memiliki kemiripan dengan Pasal 5 NATO. Meski demikian,

Turkiye menegaskan pakta tersebut tidak ditujukan terhadap Iran atau negara tertentu. Bentuk dukungan apabila terjadi serangan akan ditentukan melalui konsultasi sesuai situasi yang dihadapi.

Kemungkinan bergabungnya Mesir memberikan dimensi baru bagi kerja sama tersebut. Mesir memiliki posisi strategis dalam keamanan kawasan, termasuk karena letaknya yang menghubungkan kawasan Mediterania, Laut Merah dan Timur Tengah.

Turkiye, Arab Saudi dan Pakistan sebelumnya telah menekankan bahwa kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat keamanan dan stabilitas regional.

Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa

Perluasan pakta ini berpotensi menjadikannya salah satu mekanisme kerja sama pertahanan regional yang lebih luas. Namun, hingga kini Mesir belum menjadi anggota dan masih diperlukan penyelesaian persoalan teknis sebelum kemungkinan keikutsertaannya dapat direalisasikan.

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Sejak Agustus, 290.000 Warga Yaman Mengungsi Akibat Konflik

Rekomendasi untuk Anda