SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Turkiye Tegaskan Tak Akan Kirim Pasukan untuk Serang Yaman

Arina Islami Editor : Widi Kusnadi - Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:41 WIB

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:41 WIB

35 Views ㅤ

Menteri Luar Negeri Turkiye, Hakan Fidan. (TRT World)

Ankara, MINA — Turkiye menegaskan tidak akan mengirim pasukan ke Arab Saudi untuk melakukan serangan terhadap Yaman melalui Pakta Pertahanan Mekkah bersama Arab Saudi dan Pakistan.

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengatakan perjanjian tersebut bersifat defensif dan tidak digunakan untuk melakukan operasi militer ofensif.

“Ini adalah pakta pertahanan. Turkiye tidak akan mengirim pasukan ke wilayah negara lain untuk melakukan serangan,” kata Fidan dalam konferensi pers di Ankara, Kamis (8/10). Melansir Middle East Eye.

Fidan menjelaskan, kemungkinan pengerahan personel Turkiye ke Arab Saudi hanya bertujuan membantu pertahanan negara tersebut.

Baca Juga: Inggris Ancam Sanksi Perusahaan yang Ikut Tender Permukiman Ilegal Israel di E1

Delegasi militer Turkiye dan Arab Saudi akan menilai kebutuhan pertahanan Riyadh dan menentukan bentuk dukungan yang dapat diberikan Turki dan Pakistan.

Ia mengatakan persiapan untuk membawa Pakta Pertahanan Mekkah ke parlemen Turkiye telah diselesaikan dan pemerintah akan segera mengajukannya untuk mendapatkan persetujuan.

Perjanjian Pertahanan Mekkah ditandatangani Turkiye, Arab Saudi dan Pakistan pada Agustus 2026.

Kesepakatan tersebut menyatakan serangan terhadap salah satu negara anggota dipandang sebagai serangan terhadap seluruh pihak.

Baca Juga: Anis Matta Dorong Reformasi OKI, Indonesia Siap Jadi Oasis Perdamaian

Ketiga negara kemudian meningkatkan koordinasi pertahanan setelah meningkatnya serangan kelompok Houthi dari Yaman terhadap wilayah Arab Saudi.

Para menteri luar negeri ketiga negara sebelumnya juga menegaskan hak Arab Saudi untuk mempertahankan keamanannya dan membahas langkah bantuan melalui mekanisme perjanjian tersebut.

Sebelumnya, sejumlah laporan menyebut Turkiye berpotensi mengirim personel tambahan, pesawat, dan peralatan pertahanan ke Arab Saudi untuk membantu menghadapi serangan drone dan rudal.

Namun, Fidan menegaskan dukungan tersebut tidak berarti Turkiye akan terlibat dalam serangan langsung ke Yaman.

Baca Juga: Kerusuhan di Prancis Memburuk, 2.000 Orang Ditangkap dan 600 Aparat Terluka

“Ini bukan perjanjian ofensif,” tegas Fidan.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Jelang Pemilu Israel, Donald Trump Dukung Penuh Netanyahu

Rekomendasi untuk Anda

Timur Tengah
Internasional
Indonesia
Internasional
Internasional