Sana’a, MINA – Pasukan pemerintah Yaman mengklaim berhasil merebut kembali sejumlah kawasan di Provinsi Taiz, barat daya negara itu, dari kelompok Houthi setelah pertempuran sengit pada Jumat (6/11).
Mengutip Anadolu, Sabtu (7/11) militer Yaman menyatakan telah melancarkan 1.211 serangan terhadap posisi, bala bantuan, dan peralatan militer Houthi dalam beberapa jam terakhir. Serangan itu memakai pesawat tempur, drone, artileri medan, dan peluncur roket.
Militer mengklaim sekitar 387 komandan dan petempur Houthi tewas atau lumpuh, serta 96 kendaraan dan peralatan hancur atau rusak.
Di Taiz, pasukan pemerintah bersama kelompok perlawanan rakyat disebut menguasai kembali Desa Al-Nidani, Shaab Al-Sarari, sebagian besar Sanamat, dan kawasan Ribat Al-Qarn di Dhi al-Barh. Di Marib, pasukan pemerintah juga melancarkan serangan ke posisi Houthi.
Baca Juga: Kandidat Presiden Prancis Janji Tangkap Netanyahu Jika Terpilih
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan dari Houthi atas klaim terbaru tersebut.
Di tengah operasi itu, Kementerian Pertahanan Yaman menuduh Houthi menembakkan rudal balistik ke Pasar Al-Hadara di Distrik Al-Wazi’iyah, Taiz. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan dan melukai puluhan warga sipil, namun jumlah pasti korban belum disampaikan.
Pemerintah daerah Taiz meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan lembaga hak asasi manusia mendukung penyelidikan independen.
Operasi tersebut merupakan bagian dari ofensif bertajuk “yaman/">Fajar Yaman” (Dawn of Yemen). Ketua Dewan Kepemimpinan Presidensial Yaman, Rashad al-Alimi, mengumumkannya dengan tujuan merebut kembali seluruh wilayah yang masih dikuasai Houthi, termasuk ibu kota Sanaa.
Koalisi pimpinan Arab Saudi mengonfirmasi keterlibatannya dan menyebut 100 jet tempur memberi dukungan udara.
Taiz memiliki posisi strategis karena menghubungkan wilayah utara seperti Ibb dan Sanaa dengan wilayah selatan seperti Lahj dan Aden. Provinsi ini juga memiliki akses ke Selat Bab el-Mandeb lewat pelabuhan Mokha di Laut Merah.
Houthi menguasai sebagian besar wilayah provinsi itu dalam beberapa pekan terakhir, sementara ibu kota provinsi masih dikuasai pemerintah namun lama terkepung.
Dampak kemanusiaan terus membesar. Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) mencatat 308.653 orang mengungsi akibat eskalasi sejak 1 Agustus hingga 3 November, dengan Taiz menampung 135.648 pengungsi atau 44 persen dari total.
Baca Juga: Aktivis HAM Bawa Bukti Dugaan Kejahatan ke ICC, Desak Surat Penangkapan Trump dan Pejabat AS
Menurut laporan PBB, pertempuran yang kembali memanas sejak Juli telah menewaskan atau melukai sekitar 10.000 orang. yaman/">Konflik Yaman sendiri berlangsung sejak 2014, ketika Houthi merebut Sanaa. []
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic