“Udin Sedunia” Pembebas Al-Aqsa dan Palestina

Bendera Palestina dikibarkan di komplek Masjid Al-Aqsa (Sumber: Anadolu Agency)
ilustrasi Masjidil Aqsa dan bendera Palestina (foto: dok MINA)

Oleh Widi Kusnadi, wartawan Kantor Berita MINA

Nama “Udin Sedunia” belakangan menjadi viral di media sosial setelah sebuah grup musik Melayu asal Sumatera Utara, Lebah Begantong membuat lagu dengan judul tersebut.

Namun, perlu kita ketahui bahwa para pembebas Masjidil Aqsa pada abad ke-12 merupakan tokoh-tokoh dengan nama berakhiran “Diin”. Kata Diin dalam Bahasa Arab bermakna agama, yakni yang dimaksud adalah Agama Islam, sebagaimana dalam Al-Qur’an, ”Sesungguhnya agama yang diridhai Allah adalah Islam.” (QS Ali-Imran ayat 19).

Berikut ini adalah nama tokoh-tokoh dengan nama akhir “diin” yang memiliki andil besar dalam pembebasan Baitul Maqdis (Al-Aqsa) di Palestina.

Shalahuddin Al-Ayubi

Salahuddin Al-Ayyubi adalah seorang panglima sekaligus ulama asal Tikrit, sebuah wilayah di utara Irak saat ini. Keulamaannya disebut karena ia tercatat memberi penjelasan (syarah) kitab hadits dari Abu Dawud.

Salahuddin Ayyubi lahir pada tahun 1137 M. Ayahnya bernama Ayyub Najmuddin, yang merupakan seorang pemimpin di Tikrit. Ketika Salahuddin Ayyubi lahir, Baitul Maqdis masih dikuasai tentara Salib, setelah mereka memenangkan Perang Salib yang pertama.

Baca Juga:  Puncak Haji Hari Kedua: 120 Jamaah Indonesia Meninggal di Tanah Suci

Karirnya sebagai pejuang dimulai ketika ia ditunjuk sebagai wakil dari pamannya Asaduddin Syirkuh untuk menemaninya menuju Mesir. Atas keberhasilannya dalam menjalankan tugas, Salahuddin Ayyubi kemudian diberi amanah sebagai pemimpin keamanan wilayah Mesir (sebelah selatan Palestina).

Selama di Mesir, Salahuddin Ayyubi berhasil menyatukan para pemimpin Kaum Muslimin. Kemudian pada 1174, ia berhasil membebaskan Damaskus, Aleppo (tahun 1185) dan Mosul (pada 1186). Semua kota itu kini menjadi wilayah Suriah, sebelah utara Palestina.

Selain itu, Salahuddin Ayyubi juga berhasil menyatukan para pemimpin Muslim di Yaman. Hal itu membuat kekuatan kaum Muslimin menjadi sangat besar sehingga berhasil membebaskan Al-Aqsa pada 1187 M.

Salahuddin Ayyubi wafat pada 4 Maret 1193 di Damaskus, dengan mewariskan seluruh hartanya, berupa sepotong emas dan empat puluh keping perak, untuk disedekahkan kepada orang-orang miskin.

Nuruddin Zanki

Nuruddin Mahmud Zanki (1118-1174 M) adalah putra dari Imaduddin Zanki (wafat pada 1146). Ia merupakan pemimpin kaum Muslimin di Aleppo (sekarang wilayah Suriah).

Baca Juga:  Ucapkan Selamat Idul Adha, Putin: Muslim Rusia Banyak Kebaikan

Nuruddin Zanki dikenal dalam perjuangan pembebasan Baitul Maqdis karena berhasil membuka jalan bagi pasukan Shalahuddin Al-Ayubi dari wilayah utara Palestina. Ia terilhami dari tulisan-tulisan Imam Al-Ghazali dan untaian nasihat-nasihat Abdul Qadir Al-Jailani dalam upaya pembebasan Al-Aqsa.

Nuruddin juga berjasa besar dalam menyatukan para pemimpin di wilayah Syam. Ia berhasil membebaskan wilayah Anthiokia yang menjadi salah satu benteng pasukan Salib kala itu. Panglima pasukan kaum Muslimin yang dipercaya Nuruddin kala itu bernama Fakhruddin bin Mas’ud dan Majduddin bin Dayah.

Kaum muslimin memandang Nuruddin Zanki sebagai sosok yang memiliki sifat zuhud, menjauhi kemewahan duniawi. Ia tidak mau sedikit pun mengambil uang dari Baitul Maal untuk keperluan pribadinya. Ia juga menolak pemberian dan hadiah-hadiah yang diberikan orang kepadanya.

Seorang ulama Ibnu Asakir memberikan kesaksian tentang Nuruddin Zanki sebagai sosok yang berilmu (alim). Ia sering berada dalam satu majelis dengan para ulama saat itu.

Baca Juga:  Setelah Pembubaran Dewan Perang, Warga Israel Tuntut Pemilu Baru

Sementara itu, Imam Ad-Dzahabi dalam kitabnya Siyar A’lam an-Nubala`mengatakan, “Nuruddin merupakan seorang yang pandai menulis, gemar membaca, senantiasa shalat berjamaah dan banyak berpuasa. (Ia suka) membaca Al-Qur`an, bertasbih dan sangat menjaga makanannya, menghindari sikap takabbur dan dekat dengan sifat para ulama dan orang-orang baik.”

Syaifuddin Al-Ghazi

Syaifuddin Al-Ghazi (w 1149 M) adalah saudara dari Nuruddin Zanki. Ia memimpin kaum Muslimin di Mosul (sekarang wilayah Irak). Ia bertugas menghadang bantuan Pasukan Salib dari arah barat (Romawi Timur Byzantium).

Syaifuddin Al-Ghazi memang tidak lama memimpin kaum muslimin di wilayah Mosul dalam perjuangan pembebasan Al-Aqsa. Ketika ia wafat, estafet kepemimpinan kemudian dilanjutkan oleh Quthbuddin Maudud.

Pada masa Syaifuddin Al-Ghazi, sebenarnya ada nama-nama lain yang juga berperan dalam upaya pembebasan Baitul Maqdis, di antara ada Mujiruddin Abiq, Nusratuddin Amir dan lainnya.

Itulah nama-nama tokoh yang di kalangan anak muda di Indonesia dikenal saat ini dengan “Udin Sedunia.” Semoga ada “Udin-udin” dari Indonesia yang juga memiliki peran penting dalam upaya perjuangan pembebasan Al-Aqsa dan Palestina saat ini.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: Widi Kusnadi

Editor: Widi Kusnadi